Dark/Light Mode

Aksi Remaja Siram Air Keras Bikin Geram, Alarm Keras Bagi Pemerintah, Sekolah, Lingkungan Dan Keluarga

Rani Mauliani: Pendekatan Humanis Diimbangi Ketegasan

Kamis, 12 Februari 2026 07:10 WIB
Rani Mauliani, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Rani Mauliani, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
Bagaimana melihat insiden ini?

Insiden penyiraman air keras oleh pelajar ini tentu sangat memprihatinkan dan tidak bisa dianggap sebagai kenakalan remaja biasa. Ini sudah masuk kategori tindak kekerasan serius yang membahayakan nyawa dan masa depan korban maupun pelaku. Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi kita semua bahwa persoalan kekerasan di kalangan pelajar masih menjadi pekerjaan rumah besar, baik bagi Pemerintah, sekolah, maupun keluarga.

Apakah ada yang perlu dievaluasi dari kebijakan Pemprov DKI?

Evaluasi tentu perlu dilakukan secara berkala. Pendekatan pencegahan tawuran dan kekerasan tidak bisa hanya mengandalkan patroli atau penindakan sesaat. Perlu dilihat kembali efektivitas program pembinaan, pengawasan sekolah, peran wali kelas dan guru BK, serta koordinasi dengan orang tua. Selain itu, pemetaan wilayah dan sekolah rawan konflik harus diperbarui agar intervensi lebih tepat sasaran.

Baca juga : Senayan Usul ASN Layanan Publik Dapat Kompensasi

Apakah pendekatan humanis masih sesuai?

Pendekatan humanis pada prinsipnya tetap relevan, karena pelajar adalah anak-anak yang masih dalam proses pembentukan karakter. Namun, pendekatan humanis harus diimbangi dengan ketegasan hukum. Humanis bukan berarti lemah atau permisif. Jika sudah menyangkut tindak pidana berat seperti penyiraman air keras, maka proses hukum tetap harus berjalan sebagai efek jera dan pembelajaran bagi yang lain.

Pemprov DKI dinilai tidak tegas menangani kekerasan remaja, ada tanggapan terkait ini?

Kritik tentu sah dalam demokrasi dan harus dijadikan bahan evaluasi. Namun kita juga perlu objektif melihat bahwa persoalan tawuran dan kekerasan pelajar bukan hanya tanggung jawab Pemprov, melainkan juga keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Ketegasan penting, tetapi solusi tidak bisa hanya represif. Yang dibutuhkan adalah kombinasi antara pencegahan, pembinaan, pengawasan, dan penegakan hukum.

Baca juga : Kapolri Kawal Program Strategis Pemerintah

Solusi agar kekerasan dan tawuran berkurang?

Persoalan ini harus ditangani secara komprehensif mulai dari penguatan pendidikan karakter di sekolah secara konsisten, optimalisasi peran orang tua termasuk edukasi parenting, hingga deteksi dini dan pendampingan psikologis bagi siswa yang terindikasi agresif.

Selain itu?

Pemerintah perlu menyediakan ruang ekspresi positif bagi pelajar melalui olahraga atau seni, sembari tetap menjalankan penegakan hukum yang tegas untuk kasus berat demi efek jera. NNM

Baca juga : Seleksi Adil Jadi Indikator Utama Kepercayaan Publik

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 12 Februari 2026 dengan judul "Aksi Remaja Siram Air Keras Bikin Geram, Alarm Keras Bagi Pemerintah, Sekolah, Lingkungan Dan Keluarga, Rani Mauliani: Pendekatan Humanis Diimbangi Ketegasan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.