Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KPK Usulkan Capres/Cawapres Berasal Dari Kaderisasi Parpol
Hendri Satrio: Usulan Ideal, Tapi Parpol Selalu Cari Jalan Pintas
Sabtu, 25 April 2026 07:15 WIB
Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat rekomendasi dari KPK agar capres, cawapres, maupun kepala daerah yang diusung merupakan hasil kaderisasi partai?
Ini usulan yang ideal. Memang seharusnya partai politik menyiapkan kader untuk memimpin Indonesia sehingga ketika ada perhelatan seperti pilpres maupun pilkada, yang didorong adalah kadernya. Namun, terkadang kaderisasi dan popularitas tidak berjalan seiring.
Mengapa tidak sejalan?
Partai politik sibuk mengader anggota maupun simpatisannya. Di sisi lain, dalam perkembangan teknologi komunikasi—terutama di era keterbukaan—terdapat artificial intelligence, media sosial, dan lain-lain. Popularitas seseorang di luar lingkup parpol bisa jauh lebih tinggi.
Jadi lebih menjanjikan orang yang sudah populer untuk diusung?
Parpol tentu ingin menang. Jika seseorang sudah populer, satu langkahnya sudah dekat dengan kemenangan dalam kompetisi politik. Maka, tinggal melengkapi langkah berikutnya. Karena itu, parpol kerap memilih jalan pintas dengan merekrut tokoh di luar partai sebagai calon capres, cawapres, maupun kepala daerah. Bahkan, banyak pula yang diusung sebagai calon anggota legislatif, terutama dari kalangan selebritas yang memiliki popularitas tinggi.
Baca juga : Hendrawan Supratikno: Kami Selalu Utamakan Kader Internal Partai
Apakah Anda yakin parpol bisa menjalankan hal ini?
Sebenarnya bisa. Namun, jika ada partai yang tidak mengikuti usulan KPK, mereka harus siap menghadapi risiko kekalahan. Saat ini, beberapa parpol mulai melakukan grooming terhadap selebritas sebagai kader sejak awal agar saat kompetisi politik berlangsung, mereka siap bertarung sambil membawa ideologi partai. Karena itu, sejumlah partai juga membuka sekolah partai untuk mendidik kader baru yang sudah memiliki popularitas.
Sejauh ini, partai apa saja yang menerapkan kaderisasi tersebut?
Setiap partai memiliki pendekatan berbeda. Saya menilai PDI Perjuangan cukup baik dalam kaderisasi melalui sekolah partai. Meskipun masih bergantung pada ketua umum, Ibu Megawati Soekarnoputri, banyak kader di bawah kepemimpinannya yang siap menjadi kepala daerah, bahkan di level capres atau cawapres. Presiden Joko Widodo merupakan salah satu contoh kader yang berhasil.
Bagaimana dengan partai lainnya?
Partai lain yang juga mendidik kader dengan baik adalah partai-partai yang sudah matang, seperti Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Baca juga : Saran DPR, Alihkan Subsidi BBM Ke Transportasi Publik
Mengapa Golkar dan PKS disebut sebagai partai yang sudah matang?
Karena kepemimpinan di partai tersebut lebih terbuka dan tidak bergantung pada satu tokoh sentral. Ada kompetisi internal yang memungkinkan kader terbaik muncul sebagai capres, cawapres, maupun kepala daerah.
Bagaimana dengan parpol lainnya?
Sebagian partai masih mengandalkan tokoh sentral, seperti Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Demokrat.
Apa kendala parpol tidak mengusung kader sendiri?
Faktor utama adalah kekhawatiran kalah. Kader internal belum tentu mampu mengimbangi popularitas tokoh di luar partai.
Baca juga : MBG Difokuskan Ke Daerah Rawan Pangan Dan Stunting
KPK mengusulkan hal ini untuk mencegah korupsi. Apakah kaderisasi dapat menjamin hal tersebut?
Tidak ada jaminan. Hal itu kembali pada individu dalam memahami konsep kejujuran, integritas, serta semangat melayani, bukan dilayani. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 25 April 2026 dengan judul "KPK Usulkan Capres/Cawapres Berasal Dari Kaderisasi Parpol, Hendri Satrio: Usulan Ideal, Tapi Parpol Selalu Cari Jalan Pintas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya