Dark/Light Mode

Menyoal Pembentukan URI (Universitas Republik Indonesia)

Feriyansyah: Khawatir Bakal Ganggu Anggaran Pendidikan

Selasa, 28 Juli 2026 07:10 WIB
Feriyansyah, Kepala Bidang P2G. Foto: IG PRIBADI
Feriyansyah, Kepala Bidang P2G. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Bagaimana pandangan Anda soal pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) oleh Presiden Prabowo Subianto?

Yang menjadi tanda tanya besar adalah dasar hukumnya. Jangan sampai orangnya sudah dilantik, tetapi dasar hukumnya belum ada. Selanjutnya, URI ini tujuannya apa dan untuk siapa. Apalagi ini bukan pendidikan dalam jabatan, melainkan prajabatan atau untuk orang yang belum menduduki jabatan. Karena ini mencakup jenjang SD, SMP, SMA hingga universitas.

Selain itu?

Saya kira, harus dilihat untuk kepentingan siapa URI ini didirikan dan seperti apa model pendidikannya. Sementara itu, sistem pendidikan kita sudah diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang saat ini sedang dibahas.

Baca juga : Pemerintah Diminta Utamakan Revitalisasi Sarana Pendidikan

Apakah pembentukan URI ini berpotensi tumpang tindih dengan kampus ikatan dinas?

Kami khawatir URI hanya akan menduplikasi fungsi lembaga yang sudah ada. Jangan sampai terjadi tumpang tindih. Kalau tujuannya untuk membentuk pemimpin bangsa, saya kira sistem meritokrasi yang dibangun dalam sistem pendidikan kita justru berpotensi membuat lulusan perguruan tinggi lain tertutup aksesnya untuk menjadi pemimpin negeri.

Mengapa demikian?

Karena akan muncul privilege. Padahal, dalam perekrutan aparatur negara seharusnya tidak ada privilege bagi kelompok tertentu. Jangan sampai hal itu terjadi.

Baca juga : Indonesia Siap Berdiri Di Atas Kaki Sendiri

Bagaimana jika URI menjadi kelanjutan dari program sekolah yang dibangun pada era Presiden Prabowo, seperti Sekolah Garuda atau Sekolah Rakyat?

Pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa diwakilkan. Oke, misalnya anak-anak dari keluarga prasejahtera masuk ke URI, lalu dianggap persoalan akses pendidikan selesai hanya karena ada URI. Jangan sampai seperti dahulu, ada pendidikan untuk anak raja dan ada pendidikan untuk rakyat biasa. Saya khawatir akan terjadi kastanisasi dalam pendidikan. Meskipun yang direkrut berasal dari golongan bawah, tetap saja tidak semua dapat mengaksesnya karena membutuhkan anggaran yang sangat besar.

Apa saran Anda kepada Pemerintah terkait URI?

Jangan sampai muncul sekolah yang bersifat elitis, walaupun siswanya berasal dari keluarga prasejahtera. Karena itu, perlu dijelaskan siapa yang akan dididik, sebab keberadaan URI akan menyerap porsi anggaran pendidikan yang besar.

Baca juga : Kemensos-Jarnas Rapatkan Barisan Lawan Mafia TPPO

Bagaimana dengan anggarannya?

Kalau satu perguruan tinggi ikatan dinas dibiayai APBN, tentu anggarannya sangat besar. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 28 Juli 2026 dengan judul "Menyoal Pembentukan URI (Universitas Republik Indonesia), Feriyansyah: Khawatir Bakal Ganggu Anggaran Pendidikan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.