Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hafiz Okta Ramadhan, Mahasiswa Universitas Brawijaya
ECOMISION: Filter Udara Berbasis Adsorben Daun Trembesi Terintegrasi Teknologi Exhaunst Fan sebagai Upaya Mereduksi Emisi Karbon di Udara
Jumat, 30 Desember 2022 05:48 WIB
Emisi gas karbon adalah pelepasan karbon ke atmosfer, yang berasal dari proses pembakaran bahan bakar fosil yang secara langsung berhubungan dengan pelepasan level karbondioksida ke atmosfer (Zanra et al., 2020). Salah satu penyebab utama emisi gas karbon adalah dari penggunaan kendaraan. Efek dari penggunaan kendaraan yang dirasakan oleh masyarakat dan lingkungannya adalah pencemaran (polusi) udara yang membahayakan kesehatan dan lingkungan (Amin 2015). Berdasarkan kasus tersebut, jalan raya, terutama pada daerah lampu lalu lintas merupakan tempat yang paling banyak mengandung gas buang dari kendaraan yang menumpuk disana. Salah satu zat yang tercemar dari emisi gas buang kendaraan adalah karbon monoksida.
Karbon monoksida dapat terikat dengan hemoglobin darah lebih kuat dari oksigen membentuk karboksihemoglobin (COHb), sehingga menyebabkan terhambatnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh. Konsentrasi CO yang tinggi diketahui dapat mempengaruhi kerja jantung (sistem kardiovaskuler), sistem syaraf pusat, janin, dan semua organ tubuh yang peka terhadap kekurangan oksigen. Jika jumlah CO sudah mencapai jumlah tertentu/jenuh di dalam tubuh, maka akan menyebabkan kematian (Suteja et al., 2016).
Berdasarkan permasalahan tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya penurunan emisi gas karbon adalah dengan memanfaatkan sifat alami pohon sebagai penyerap karbon. Pohon hidup dapat menyerap dan menyimpan cadangan karbon yang akan semakin meningkat dari waktu ke waktu seiring dengan laju pertambahan biomassanya (Farmen, et al., 2014). Akan tetapi, upaya ini masih terbilang kurang efektif dikarenakan cara pengelolaannya yang terbilang kurang efisien. Maka dari itu, inovasi yang dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut adalah alat filter udara yang mengandung banyak emisi karbon yang terbuat dari bahan alami yang dapat menyerap emisi karbon tersebut.
Baca juga : Unas Terima Program Insentif Pengabdian Masyarakat Terintegrasi MBKM
Salah satu pohon yang dapat menyerap emisi karbon adalah pohon trembesi. Bagian dari pohon trembesi yang berguna sebagai penyerap polutan karbon monoksida yakni daunnya. Daun trembesi mengandung tanin, flavonoid, saponin, steoid, cardiac glycosides, dan terpenoid. Kandungan yang terdapat pada daun trembesi dapat menyerap polutan karbon monoksida sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penyerap emisi kendaraan (Sentiyaki et al., 2018). Ekstrak daun trembesi berdasarkan skrining fitokimia yang dilakukan menunjukkan adanya senyawa flavonoid, tanin, steroid, saponin, terpenoid, dan glikosida kardiak dalam ekstrak daun trembesi (Suteja, dkk 2016).
Ecomision merupakan sebuah inovasi yang berupa alat filter udara berbasis adsorben daun trembesi yang terintegrasi dengan teknologi exhaust fan sebagai upaya mereduksi emisi karbon di udara guna menyokong SDG’s 2030. Ecomision dapat menjadi solusi dari permasalahan yang diakibatkan oleh emisi gas karbon di udara, terutama di daerah jalan raya yang merupakan tempat terjadinya penumpukan kendaraan yang dapat menjadi sumber adanya emisi gas karbon di dunia.
Ecomision akan berbentuk sebuah persegi panjang dengan ukurang yang telah ditentukan, dan memiliki teknologi exhaust fan pada bagian bawah sebagai penyedot udara kotor, dan bagian dalam alatnya akan berisi adsorben sebagai pengadsorbsi udara kotor akibat emisi karbon, serta lubang ventilasi pada bagian atas sebagai jalan keluarnya udara yang telah dibersihkan. Ecomision akan menggunakan adsorben yang berbahan dasar daun trembesi yang dapat menyerap polutan dari karbon monoksida yang dihasilkan oleh kendaraan. Adsorben merupakan bahan yang sangat berpori, dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding dinding pori atau pada letak-letak tertentu di dalam partikel itu (Tandy et al., 2012).
Baca juga : LPPM Unas-KPPS BMT BUMi Latih Manajemen Produksi Warga Cimanggis Depok
Mekanisme penyerapan karbon dari Ecomision ini yaitu udara yang banyak mengandung karbon monoksida akibat gas buangan dari kendaraan bermotor akan tersedot ke dalam alat melalui bagian bawah yang merupakan sebuah penyedot udara berupa kipas exhaust fan yang dapat digunakan pada lapangan terbuka seperti di jalan raya. Setelah udara yang banyak mengandung karbon monoksida tersebut masuk ke dalam alat, maka kandungan karbon monoksida pada udara akan diadsorbsi oleh adsorben yang terbuat dari daun trembesi yang memiliki kandungan tanin, flavonoid, saponin, steoid, cardiac glycosides, dan terpenoid yang dapat menyerap emisi karbon monoksida pada udara (Sentiyaki et al., 2018).
Adsorpsi merupakan suatu proses penyerapan oleh padatan tertentu terhadap zat tertentu yang terjadi pada permukaan zat padat karena adanya gaya tarik atom atau molekul pada permukaan zat padat tanpa meresap ke dalam. Proses adsorpsi dapat terjadi karena adanya gaya tarik atom atau molekul pada permukaan padatan yang tidak seimbang. Adanya gaya ini, padatan cenderung menarik molekul-molekul yang lain yang bersentuhan dengan permukaan padatan, baik fasa gas atau fasa larutan ke dalam permukaannya (Tandy et al., 2012). Setelah terjadi proses adsorbsi oleh adsorben daun trembesi tersebut, selanjutnya udara yang sudah bersih akan keluar melalui lubang ventilasi pada bagian atas Ecomision.
Ecomision merupakan inovasi berupa filter udara yang memanfaatkan daun trembesi sebagai bahan utama pembuatan adsorben dan menggunakan teknologi exhaust fan sebagai alat bantu penyedot udara kotor untuk dibersihkan. Ecomision berguna untuk mereduksi kandungan emisi karbon pada udara, terutama kandungan karbon monoksida yang diperoleh dari hasil buangan kendaraan yang digunakan masyarakat. Ecomision ini nantinya akan diletakan pada tempat yang memiliki tingkat emisi karbon yang tinggi seperti di jalan raya, terutama pada daerah lampu lalu lintas yang biasanya terjadi penumpukan kendaraan.
Baca juga : UP-Okabayashi Jaya Corporation Gelar Seminar Internasional Penanggulangan Bencana
Ecomision mengoptimalkan kandungan dari daun trembesi berupa tanin, flavonoid, saponin, steoid, cardiac glycosides, dan terpenoid yang dapat menyerap emisi karbon monoksida pada udara yang dijadikan sebagai sebuah adsorben agar proses adsorpsi kandungan karbon monoksida pada udara dapat berjalan dengan lebih efektif. Daun trembesi memiliki ketersediaan yang cukup besar di Indonesia dikarenakan tanaman trembesi merupakan tanaman yang memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat, dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, sehingga sehingga dapat menjamin keberlanjutan dari inovasi Ecomision.
Ecomision dapat mewujudkan tujuan ke-3 yaitu Kesehatan yang baik dan kesejahteraan (good health and well-being), dengan adanya inovasi dari Ecomision ini, maka akan membantu menjaga kesehatan masyarakat dikarenakan adanya penurunan tingkat polusi udara dari gas karbon monoksida yang dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Ecomision juga dapat mewujudkan tujuan ke-7 dari SDG’s 2030 yaitu Energi bersih dan terjangkau (affordable and clean energy), penurunan tingkat polusi udara yang disebabkan oleh adanya inovasi Ecomision ini akan membuat lingkungan dan energi yang digunakan menjadi semakin bersih dan terjangkau. Selain itu juga Ecomision dapat mewujudkan tujuan ke-13 dari SDG’s 2030 yaitu Penanganan perubahan iklim (climate action), dengan adanya Ecomision, maka polusi udara akibat karbon monoksida akan menurun dan juga akan menyebabkan pengaruh efek dari gas rumah kaca menurun yang akan mengakibatkan iklim yang ada di dunia menjadi semakin stabil.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya