Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

UBL Gelar International General Lecture, Hadirkan Akademisi Ethiopia

Kamis, 19 Oktober 2023 21:38 WIB
Acara International General Lecture yang digelar Universitas Budi Luhur, di Theater Lantai 4 Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (19/10). (Foto: Dok. UBL)
Acara International General Lecture yang digelar Universitas Budi Luhur, di Theater Lantai 4 Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (19/10). (Foto: Dok. UBL)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Budi Luhur (UBL) menggelar International General Lecture dengan menghadirkan President for Postgraduate and International Relations Office Harambee University Ethiopia Bekele Shibru Arsedi dan Dutas Besar Al Busyra Basnur, di Theater Lantai 4 Universitas Budi Luhur, Jakarta, Kamis (19/10). Hadir Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro.

Acara mengambil tema “The Role of Universities in Addressing Global Chalenges”. Kegiatan kuliah umum tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama yang ditandatangani UBL dengan Harambee University pada Mei 2023.

“Ini implementasi kedua setelah MoU antara UBL dan Harambee University kita tandatangani Mei 2023. Bulan Juni kita juga ada rombongan kalangan profesional dari Ethiopia ke UBL,” kata Rektor UBL Wendi Usino.

Menurut Wendi, yang disampaikan Bekelee dalam kuliah umum tersebut terkait tantangan global yang akan dihadapi perguruan tinggi di masa mendatang sangat bermanfaat bagi para mahasiswa UBL. Mereka mendapatkan insight yang berkualitas terkait tantangan global yang tidak mudah.

Baca juga : Urban Icon, Ritel Time International Group Hadirkan Merek Terbaik Dunia

“Sepakat dengan pemikiran beliau, bahwa kita memang harus berpikir secara global dengan action lokal sesuai kekuatan yang kita miliki. Ini saya rasa setuju karena sebenarnya memang kita memiliki kearifan lokal yang bisa ditonjolkan untuk menjadi ciri khas Indonesia,” tegasnya.

Dia juga melihat, universitas di Indonesia bisa belajar dari universitas di Ethiopia untuk meningkatkan kompetensi. Mengingat Ethiopia menjadi salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

“Oleh karena itu, kerja sama ini menjadi penting supaya kita, antar perguruan tinggi. dapat saling belajar dan memanfaatkan keunggulan masing-masing untuk kemajuan bersama,” ujarnya.

Dia melanjutkan, Ethiopia memandang Indonesia sebagai salah satu negara maju, termasuk dalam sektor pendidikan tinggi. Sehingga mereka pun tidak segan mengirimkan mahasiswa dan dosennya untuk belajar di Indonesia. “Kita sudah menerima mahasiswa dari Harambee University,” terang Wendi.

Baca juga : IMI Gelar International Bikestunt Street Show, Meriahkan MotoGP Mandalika

Selain kerja sama dalam hal pertukaran mahasiswa, UBL dan Harambee University juga sepakat melakukan riset kolaborasi antar dosen, joint conference, kuliah umum, dan penulisan buku bersama. Banyak topik bisa ditulis bersama oleh dosen-dosen dari UBL dan Harambee University, baik terkait lingkungan, sosial, budaya, ekonomi, maupun pemuda.

Sementara itu, Duta Besar Al Busyra Basnur mengatakan, banyak masyarakat Indonesia yang belum mendapatkan informasi ter-update terkait kondisi Ethiopia sekarang. “Yang diingat kita adalah bencana kelaparan yang melanda Ethopia pada tahun 84-86, ketika sekitar 1,2 juta jiwa meninggal dalam bencana tersebut,” katanya.

Padahal, setelah bencana kelaparan tersebut, Ethiopia bangkit. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan ketersediaan SDM, Ethiopia sangat gencar melakukan pembangunan di semua bidang. Ethiopia mengalami pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 10 persen setiap tahunnya. “Ini adalah tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Afrika,” jelasnya.

Menurut Al Busyra, kerja sama antara UBL dan Harambee University sangat penting dan strategis. Karena Ethiopia sedang fokus pada pembangunan sektor ekonomi dan pendidikan. Kerja sama sektor pendidikan mengalami peningkatan luar biasa salah satu indikatornya adalah MoU antara perguruan tinggi di Ethiopia dengan perguruan tinggi di Indonesia.

Baca juga : Pertahankan Basis Suara

Awal 2019, baru ada satu atau dua Universitas di Indonesia yang kerja sama dengan Universitas di Ethiopia. Namun, saat ini sudah ada 30 lebih MoU yang melibatkan perguruan tinggi Ethiopia dan Indonesia dalam bidang pendidikan. “KBRI akan terus memfasilitasi jalinan kerja sama antar universitas, antar pemerintah maupun antar pengusaha dari Indonesia dan dari Ethiopia,” tutup Busyra.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro mengungkapkan dukungannya terhadap jalinan kerja sama antara UBL dengan Harambee University. Kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya UBL untuk go global dan lebih dikenal dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.