Dewan Pers

Dark/Light Mode

Garuda Punya Utang 290 M ke Angkasa Pura l

Rabu, 17 Nopember 2021 18:29 WIB
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. (Foto: Ist)
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura I (Persero) mengungkapkan, Garuda Indonesia punya utang sebesar Rp 290 miliar ke perusahaan tersebut. Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik

Fahmi mengatakan, utang itu muncul karena Garuda belum memenuhi kewajibannya saat beroperasi di wilayah bandara kelolaannya. Namun, kata Faik, baik Angkasa Pura l maupun Garuda sudah sepakat untuk meringankan penjadwalan pembayaran utangnya.

"Kalau kita hitung sekitar Rp 290 miliar. Utang ke kita itu ya terkait operasional penggunaan bandara Angkasa Pura l oleh Garuda," ungkapnya di Jakarta, Rabu (17/11).

Berita Terkait : PBNU Minta Ada Penyempurnaan Permendikbud Tentang Kekerasan Seksual

Faik mengakui, sebagai sesama perusahaan pelat merah, telah memberikan keringan dalam bentuk penangguhan pokok bunga dengan tenggat waktu yang ditetapkan. "Kita lihat tahapan restrukturisasinya seperti apa, tapi kita memang melakukan perpanjangan masa pembayaran," imbuh Faik.

Seperti diketahui, manajemen PT Garuda Indonesia telah menyerahkan skema proposal restrukturisasi utang-utangnya kepada lessor dan kreditor. Adapun total utang Garuda mencapai 9,8 miliar dolar AS atau setara Rp 139 triliun.

Proposal ini nantinya akan ditinjau secara komprehensif oleh pihak yang bersangkutan sebagai basis pertimbangan proses restrukturisasi yang akan dijalankan.

Berita Terkait : Generasi Muda Jangan Lupakan Jasa Pahlawan

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, penyampaian proposal ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi dan pemulihan Garuda.

"Penyampaian skema proposal restrukturisasi ini menjadi langkah awal dari keseluruhan proses restrukturisasi dan menjadi momentum penting dalam upaya kami untuk bertransformasi menjadi entitas bisnis yang lebih adaptif, efisien, dan profitable," ungkapnya.

Irfan menjelaskan, proposal tersebut memuat rencana jangka panjang bisnis Garuda serta sejumlah penawaran dalam pengelolaan kewajiban bisnis dengan para lessor, kreditur, dan para pemasok utamanya.

Berita Terkait : Menpora Pastikan Jokowi Tutup Peparnas XVI Papua

Proposal ini disampaikan dalam kanal digital yang dapat diakses secara real time oleh seluruh lessor, kreditur, maupun pihak terkait lainnya mengacu pada ketentuan non disclosure agreement yang telah disepakati seluruh pihak.
 Selanjutnya