Dewan Pers

Dark/Light Mode

Program DDP Frisian Flag Libatkan 20 Ribu Peternak Sapi

Kamis, 18 Nopember 2021 14:32 WIB
Sapi-sapi peran yang terdapat di Daily Village, Ciater, Subang, Jawa Barat. (Foto: ist)
Sapi-sapi peran yang terdapat di Daily Village, Ciater, Subang, Jawa Barat. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Frisian Flag Indonesia (FFI) sebagai perusahaan produk susu sejak 1996 telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan produktivitas dan kapabilitas peternak sapi perah melalui program Dairy Development Program (DDP). 

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro mengatakan, saat ini, DDP telah menjangkau lebih dari 20.000 peternak sapi perah dan bermitra dengan 15 koperasi/kelompok peternak/mega farm yang tersebar di berbagai titik di Pulau Jawa & Sumatera.

Menurut dia, tujuan dan fokus dari program ini memusatkan perhatian pada peningkatan kesejahteraan melalui pengembangan kapabilitas komunitas peternak sapi perah mengenai Good Dairy Farming Practice (GDFP). Di antaranya teknik peternakan, manajemen peternakan dan kebersihan kandang. 

Berita Terkait : Jaksa Apresiasi Bantuan Alsintan Gairahkan Petani Di Sukoharjo

“Dengan begitu, peternak diharapkan dapat meningkatkan standar tata Kelola dan tata laksana peternakan yang akan berujung kepada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN),” ujarnya saat menemani Plt Dirjen Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika mengunjungi Dairy Village di Ciater, Subang, Jawa Barat, Kamis (18/11).

Program DDP didukung oleh para ahli dari perusahaan untuk memberikan pelatihan dalam bidang pengetahuan nutrisi hewan, manajemen kandang, perawatan, pembibitan, reproduksi, dan pemeliharaan pedet. FFI melalui program DDP juga membuat beberapa peternakan percontohan sebagai benchmark peternakan yang ideal dengan memanfaatkan material lokal. 

Beberapa program yang dijalankan juga merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak dan dukungan dari berbagai mitra, salah satunya kerjasama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda. Hingga saat ini, beberapa program DDP yang telah dijalankan.

Berita Terkait : Melantai Di Bursa, Avian Tawarkan 10 Persen Saham

Pertama, Milk Collection Point. Menurut Andrew, melalui kemitraan dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, sejak tahun 2015 FFI membangun Milk Collection Point bersistem barcode digital untuk membantu peternak sapi perah lokal dalam meningkatkan kualitas dan mendapatkan harga susu yang lebih adil. 

Kehadiran MCP ini bertujuan untuk menjaga jumlah Total Plate Count (TPC) atau bakteri yang terkandung dalam susu serendah mungkin. Semakin rendah nilai TPC yang terkandung di dalam susu segar, maka semakin tinggi kualitasnya. “Dengan sistem tersebut, peternak akan mendapatkan harga susu yang adil dan sesuai dengan kualitas susu yang dihasilkan,” ujarnya.

Kedua, Dairy Village. FFI mengimplementasikan komitmen jangka panjangnya dalam menghadapi tantangan peternakan sapi perah dan pemberdayaan peternak sapi perah di Indonesia dengan membangun Dairy Village atau Desa Susu.

Berita Terkait : Mensos Bangun 10 Peternakan Ayam Di Asmat

Dairy Village mulai dibangun sejak tahun 2016 berkat kerjasama FFI dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang, Jawa Barat yang lahannya disediakan oleh PTPN VIII. Hal ini merupakan cerminan dukungan FFI kepada Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada susu.
 Selanjutnya