Dark/Light Mode

Ringankan Beban Utang

AP I Kudu Gaet Investor Untuk Kelola Bandara

Selasa, 7 Desember 2021 06:50 WIB
Bandara Ngurah Rai di Bali, salah satu bandara kelolaan Angkasa Pura I. (Foto: Dok Antara)
Bandara Ngurah Rai di Bali, salah satu bandara kelolaan Angkasa Pura I. (Foto: Dok Antara)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, pandemi terjadi saat Angkasa Pura I tengah dan telah melakukan pengemban­gan berbagai bandaranya yang berada dalam kondisi lack of capacity. Seperti Bandara Inter­nasional Yogyakarta di Kulon Progo (YIA) yang menghabiskan biaya pembangunan hampir Rp 12 triliun, Terminal Baru Ban­dara Syamsudin Noor Banjar­masin sebesar Rp 2,3 triliun, dan Terminal Baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang sebesar Rp 2,03 triliun.

Kemudian, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar Rp 2,6 triliun, dan beberapa pengembangan bandara lainnya. Seperti Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Lombok Praya, Terminal 1 Bandara Juanda Surabaya, Bandara Pat­timura Ambon serta Bandara El Tari Kupang.

“Semuanya itu dibiayai melalui skema penggunaan dana internal dan berbagai sumber lain, seperti kredit sindikasi perbankan serta obligasi,” kata Faik.

Baca juga : PDIP Ingatkan Vaksin Booster Gratis Untuk Rakyat Miskin

Faik merinci, pendapatan 2019 yang mencapai Rp 8,6 triliun anjlok di 2020. Perusahaan hanya meraih pendapatan Rp 3,9 triliun. Dan tahun ini, pendapatan diprediksi kembali menurun akibat anjloknya jumlah penumpang yang hanya mencapai 25 juta orang.

Dengan situasi trafik yang menurun dan adanya tekanan keuangan, AP I harus dihadap­kan dengan kewajiban mem­bayar pinjaman sebelumnya, yang digunakan untuk investasi pengembangan bandara.

“Seperti yang kita tahu, sektor aviasi dan pariwisata merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi Covid-19. Apalagi pandemi ini masih belum dapat diprediksi kapan akan berakhir,” katanya.

Baca juga : Krakatau Steel Bakal Divestasi Aset KSI

Siapkan Strategi

Manajemen telah menyiapkan sejumlah inisiatif strategis untuk meminimalisir dampak pandemi terhadap kinerja AP I. Yakni, melakukan restrukturisasi operasional dan finansial.

Untuk restrukturisasi, papar Faik, pihaknya akan melakukan upaya asset recycling, intensi­fikasi penagihan piutang, pengajuan restitusi pajak, efisiensi operasional. Seperti layanan bandara berbasis trafik, simplifikasi organisasi, penundaan program investasi. Serta men­dorong anak usaha untuk men­cari sumber-sumber pendapatan baru (transformasi bisnis).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.