Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Petrokimia Gresik Makmurkan 21 Ribu Petani Lewat Program Makmur
Selasa, 21 Desember 2021 17:03 WIB
Sebelumnya
Adapun, Petrokimia Gresik berperan dalam menyuplai pupuk dan pestisida melalui anak perusahaan.
Sekaligus, memberikan kawalan melalui edukasi pemupukan berimbang dan layanan Mobil Uji Tanah.
“Ketika produktivitas meningkat dan hasil pertanian terserap dengan baik, diharapkan kesejahteraan petani dapat terdongkrak dan tentunya stok pangan nasional juga terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Program Makmur tahun 2022 ditargetkan meningkat menjadi 85.000 Ha. Di mana untuk komoditas pangan yaitu padi, jagung dan kedelai seluas 40.000 Ha, perkebunan (tebu dan kelapa sawit) seluas 37.000 Ha, dan hortikultura (bawang merah, benih hortikultura, kentang dan cabai) seluas 8.000 Ha.
Baca juga : Ikatan Atlet Olimpiade Dukung DBON Majukan Prestasi Olahraga
Untuk memenuhi target itu, kata dia, salah satu upayanya dengan meluncurkan program Mangga Makmur.
Yakni, program pertanian terpadu yang mengintegrasikan Program Makmur dengan Program Corporate Social Responsibility (CSR) berupa pinjaman dana PUMK (Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil).
"Saat ini, kami engah menggodok pengajuan dari dua lembaga pertanian yang nantinya akan didanai oleh CSR Petrokimia Gresik," akunya.
Ia menyebutkan, dua lembaga itu yakni Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Mustika Manis dari Jawa Tengah, dengan total 450 petani dan lahan seluas 650 Ha, serta jumlah pembiayaan sebesar Rp 5,6 miliar. Lalu, Farmer Mitra Penangkaran Benih PT East West Seed Indonesia, dengan luas lahan 591 Ha, dan pembiayaan Rp 6,4 miliar.
Baca juga : Petani Bengkulu Untung Ikut Program Makmur Pupuk Indonesia
“Berkaca dari realisasi tahun ini, kami optimistis target tahun 2022 juga bisa terlampaui. Sebab, semakin luas cakupannya, semakin besar pula manfaat yang dirasakan petani,” optimisnya.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi sarana edukasi agar petani terbiasa menggunakan pupuk non-subsidi. Mengingat, alokasi pupuk subsidi yang diberikan pemerintah jumlahnya terbatas dibandingkan tahun 2021.
Ia merincikan, serapan NPK nonsubsidi dari Program Makmur mencapai 9.656 ton atau 201 persen dari target sebesar 4.800 ton, dan serapan Urea non-subsidi sebanyak 3.812 ton atau 119 persen dari target 3.200 ton.
Selain itu, serapan pupuk non-subsidi ZA sebanyak 16.383 ton, SP-36 berjumlah 390 ton dan ZK 46 ton.
Baca juga : Petrokimia Gresik Serahkan Bantuan 600 Paket Sembako Untuk Korban Semeru
Adapun, total penjualan pupuk komersial atau non-subsidi dari Program Makmur Petrokimia Gresik mencapai 29.585 ton.
Meski demikian, ia mengaku, ada sejumlah kendala yang dihadapi perseroan dalam menjalankan Program Makmur.
Salah satunya, keterbatasan tenaga administrasi dan lapangan yang memiliki kualifikasi agronomis untuk kawalan lapangan.
“Untuk itu, kami mengadakan sejumlah workshop sebagai jawaban atas permasalahan tersebut untuk memastikan kawalan lapangan Program Makmur berjalan optimal,” tutupnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya