Dewan Pers

Dark/Light Mode

Struktur Sehat, Utang Luar Negeri Indonesia Aman Terkendali

Senin, 17 Juni 2019 10:36 WIB
Ilustrasi utang luar negeri (Foto: Investorsking.com)
Ilustrasi utang luar negeri (Foto: Investorsking.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2019, dilaporkan terkendali dengan struktur yang sehat. Total ULN Indonesia pada periode tersebut, tercatat berjumlah 389,3 miliar dolar AS.

Dalam komponen ULN tersebut, 189,7 dolar AS merupakan utang pemerintah dan bank sentral. Sedangkan sisanya, 199,6 miliar dolar AS, merupakan utang swasta. Termasuk, BUMN. ULN Indonesia tersebut tumbuh 8,7 persen (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada Maret 2019 sebesar 7,9 persen (yoy).

"Hal ini terjadi karena adanya transaksi penarikan neto ULN, dan pengaruh penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS. Sehingga, utang dalam Rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS," demikian penjelasan Bank Indonesia (BI) dalam keterangan resminya, Senin (17/6).

Berita Terkait : Rangkul Negara-Negara Pasifik, Indonesia Ciptakan Lompatan Besar

Peningkatan pertumbuhan ULN, terutama dipengaruhi oleh ULN sektor swasta. Sementara pertumbuhan ULN pemerintah, melambat. Posisi ULN pemerintah pada April 2019 tercatat sebesar 186,7 miliar dolar AS. Angka ini tumbuh 3,4 persen (yoy), melambat dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya, yang mencapai 3,6 persen (yoy).

Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman senilai 0,6 miliar dolar AS, dan penurunan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) milik nonresiden senilai 0,4 miliar dolar AS. Hal ini terjadi akibat ketidakpastian di pasar keuangan global, yang bersumber dari ketegangan perdagangan.

Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan. Porsi terbesarnya, ada pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (18,8 persen dari total ULN pemerintah), sektor konstruksi (16,3 persen), sektor jasa pendidikan (15,8 persen), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,1 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (14,4 persen).

Berita Terkait : BNI Tingkatkan Ekspor Seafood ke Amerika Serikat

Sementara itu, pertumbuhan ULN swasta mengalami peningkatan. Posisi ULN swasta pada akhir April 2019 tumbuh 14,5 persen (yoy). Ini lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada bulan sebelumnya, yang hanya 13,0 persen (yoy). ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian dengan total pangsa 75,2 persen dari total ULN swasta.

Dengan kondisi seperti ini, BI memastikan struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir April 2019 sebesar 36,5 persen. Relatif stabil dibanding rasio pada bulan sebelumnya.

Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,2 persen dari total ULN. Dengan perkembangan tersebut, meskipun ULN Indonesia mengalami peningkatan, namun masih terkendali dengan struktur yang tetap sehat.

Berita Terkait : Serunya Suikerfeest Rasa Nusantara di Negeri Kincir Angin

Bank Indonesia dan pemerintah terus berkoordinasi memantau perkembangan ULN, dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan. Terutama, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian. [HES]