Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kucurkan Investasi Rp 143 Miliar

ACN Aero Bangun Bengkel Di Kertajati

Sabtu, 5 Maret 2022 08:30 WIB
Penandatanganan kesepakatan antara ACN Aero teknik dengan pengelola Bandara Kertajati, Kamis (3/3/2022).
Penandatanganan kesepakatan antara ACN Aero teknik dengan pengelola Bandara Kertajati, Kamis (3/3/2022).

RM.id  Rakyat Merdeka - ACN Aero Teknik, anak perusahaan Asia Cargo Network menanamkan investasinya sebesar 10 juta dolar AS, atau sekitar Rp 143,9 miliar untuk membangun fasilitas bengkel pesawat di Bandara Kertajati, Jawa Barat.

Rencana investasi itu tertuang dalam penandatanganan Head of Agreement Kertajati Aircraft Maintenance Center, dan One Stop Experience Facilty.

Chief Executive Officer (CEO) Asia Cargo Network Group Marco Isaak menjelaskan, ada dua kesepakatan yang diteken antara perusahaannya dengan PT Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), sebagai pihak yang mengoperasikan Bandara Internasional Kertajati.

Berita Terkait : YAICI Luncurkan Buku Masa Depan Anak Terganggu Kental Manis

Pertama, terkait dengan rencana pembangunan fasilitas pemeli­haraan pesawat atau Maintenance Repair and Overhaul (MRO) di Bandara Internasional Kertajati.

Kedua, pengembangan fasili­tas one-stop experience termasuk airport hotel transit, shopping mall, food court dan exhibition center di fasad gedung bandara seluas 15.000 meter persegi.

Marco menegaskan, pembangunan Kertajati Aircraft Mainte­nance ini nantinya akan menjadi hanggar MRO pertama yang ada di Bandara Internasional Kerta­jati dan fasilitas hanggar kedua di Jawa Barat setelah Bandung.

Berita Terkait : Kucurkan Investasi Senilai Rp 4,2 Miliar, PLN Nyalakan Listrik 2 Desa Di Ketapang

“Dibangun di atas lahan seluas 9 hektar, Asia Cargo Network telah menyepakati investasi awal sebesar 10 juta dolar AS untuk melaksanakan konstruksi tahap pertama yang ditargetkan selesai dalam delapan bulan ke depan,” ujarnya dalam keterangan resminya, kemarin.

Menurutnya, investasi ini se­jalan dengan rencana strategis untuk memperluas kapasitas Ban­dara Kertajati tidak hanya sebagai hub perjalanan di Jawa Barat. Tapi juga meningkatkan kemampuan MRO di Jawa Barat. Untuk itu, Asia Cargo Network akan men­jadi bagian integral dari rencana ekspansi pada fase pertama.

Marco memastikan, pada tahap kedua, dengan luas area seluas 5 hektar akan dikem­bangkan untuk meningkatkan dan menambah lebih banyak pertumbuhan hangar. Investasi lanjutan bakal dilakukan pada tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait : KAI Salurkan Bantuan Senilai Rp 100 Juta Buat Korban Gempa Di Pasaman Barat

Ia memperkirakan pasar MRO di Indonesia tumbuh sebesar 9,2 persen setiap tahun selama tiga tahun ke depan. Pembangunan­nya diharapkan bisa menjadi game changer untuk penerbangan dan logistik.

Berdasarkan data Kemente­rian Perhubungan, sampai saat ini sekitar 46 persen pesawat di Indonesia melakukan kegiatan MRO-nya di luar negeri.
 Selanjutnya