Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tahun Ini, IPC TPK Targetkan Pendapatan Rp 2,6 Triliun

Rabu, 16 Maret 2022 13:41 WIB
Direktur Utama IPC TPK Wahyu Hardiyanto. (Foto: Ist)
Direktur Utama IPC TPK Wahyu Hardiyanto. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT IPC Terminal Petikemas atau IPC TPK menargetkan peningkatan pendapatan menembus Rp 2,6 triliun pada tahun ini. Target pertumbuhan tersebut diharapkan melanjutkan tren pertumbuhan yang sudah baik sejak 2018.

"Target pendapatan meliputi throughput peti kemas 2,8 juta twenty foot equivalent unit (TEUs), pendapatan Rp 2,6 triliun, dan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Rp 236,7 miliar," ungkap Direktur Utama IPC TPK Wahyu Hardiyanto, dalam media gathering di Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/3).

Berita Terkait : Naik 3,3 Kali Lipat, BNI Bagikan Deviden Rp 2,62 T

Direktur Keuangan dan SDM IPC TPK Irwan Favoriet menjelaskan, sejak IPC TPK mengoperasikan terminal petikemas di enam kota besar, pendapatan perusahaan meningkat dalam periode 2018-2021.

Terminal petikemas yang dioperasikan IPC TPK adalah area TPK Tanjung Priok Jakarta (TP1, TP2, ATS), area TPK Pontianak Kalimantan Barat, area TPK Palembang Sumatera Selatan, area TPK Panjang Lampung, area TPK Teluk Bayur Padang, dan area TPK Jambi.

Berita Terkait : Intip Kocek Crazy Rich, PPATK Blokir Rekening Rp 8,3 Triliun

Irwan menuturkan, pada 2018 IPC TPK mencatat pendapatan usaha mencapai Rp 1,74 triliun. Saat itu, IPC TPK pertama kali mengoperasikan berbagai terminal petikemas yang berada di wilayah berbeda tersebut.

"Ada tujuh area operasi IPC TPK dan pendapatan sejak 2018-2021 itu mengalami pertumbuhan yang oke. Kalau dibandingkan dengan 2018, itu Rp 1,74 triliun. Itu hasil dari berbagai konsolidasi dari berbagai area yang dikelola," tuturnya.

Berita Terkait : Dubes Chambard: Prancis Sawer Rakyat Ukraina Rp 17,14 Triliun

Setelah itu, pendapatan usaha IPC TPK mengalami peningkatan ke Rp 2,45 triliun pada 2019, lalu sedikit turun ke Rp 2,42 triliun pada 2020, dan akhirnya bertengger di Rp 2,51 triliun pada 2021.

Irwan mengakui, pandemi Covid-19 turut berdampak pada penurunan pendapatan IPC TPK, khususnya pada 2020. Namun, dia menilai dampak yang dirasakan oleh IPC TPK yang bergerak di bidang logistik, tidak sebesar dampak yang dirasakan oleh sektor usaha lain.
 Selanjutnya