Dewan Pers

Dark/Light Mode

Harga Masih Di Bawah Nilai Keekonomian

Kenaikan BBM Pertamax Tak Beratkan Masyarakat

Rabu, 6 April 2022 07:30 WIB
Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). Pemerintah menetapkan bensin RON 90 atau Pertalite menjadi Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) menggantikan bensin RON 88 atau Premium berdasarkan atas Keputusan Menteri ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU).
Sejumlah pengendara sepeda motor antre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3/2022). Pemerintah menetapkan bensin RON 90 atau Pertalite menjadi Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) menggantikan bensin RON 88 atau Premium berdasarkan atas Keputusan Menteri ESDM No 37.K/HK.02/MEM.M/2022 tanggal 10 Maret 2022 tentang JBKP. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pertamina meyakini kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax tak memberatkan masyarakat. Selain kenaikannya masih di bawah nilai keekonomian, penggunanya hanya 14 persen.

Hal tersebut disampaikan Pejabat Sementara (Pjs) Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T Pertamina, Irto Ginting.

Dijelaskannya, beberapa waktu lalu, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, harga minyak pada Maret jauh lebih tinggi dibanding Februari. Dengan begitu, harga keekonomian atau batas atas Pertamax di April 2022 diperkirakan akan lebih tinggi lagi. Yakni, dari Rp 14.526 per liter, bisa menjadi sekitar Rp 16.000 per liter. Artinya, saat perseroan menyesuaikan harga BBM RON 92 di angka Rp 12.500 per liter, nilai ini masih lebih rendah Rp 3.500 dari nilai keekonomiannya.

Berita Terkait : Ngeri, Delapan Kecamatan Di Ibu Kota Rawan Longsor

“Ini kami lakukan agar tidak terlalu memberatkan masyarakat,” ujar Irto melalui siaran pers, yang diterima Rakyat Merdeka, Kamis (31/1).

Bahkan, harga tersebut masih lebih kompetitif di pasar atau dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) lainnya.

“Pertamina selalu mempertimbangkan daya beli masyarakat. (Penyesuaian harga) Ini pun baru dilakukan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, sejak tahun 2019,” katanya.

Berita Terkait : Pengadilan Diam-diam Rampas Duit Pertamina Rp 244 Miliar

Irto menegaskan, perseroan tetap menjaga komitmennya dalam penyediaan dan penyaluran BBM kepada masyarakat. Sehingga, untuk menekan beban keuangan Pertamina, selain melakukan efisiensi ketat di seluruh lini operasi, penyesuaian harga BBM juga menjadi tidak terelakkan.

“Namun hal itu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat,” katanya.

Karenanya, sambung Irto, penyesuaian harga BBM yang berlaku sejak 1 April 2022 pukul 00.00 WIB itu dilakukan secara selektif. Yakni hanya untuk BBM non subsidi yang dikonsumsi masyarakat sebesar 17 persen. Di mana 14 persennya merupakan jumlah konsumsi Pertamax dan 3 persen sisanya adalah jumlah konsumsi Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.

Berita Terkait : Harga Pertamax Masih Lebih Kompetitif Ketimbang SPBU Swasta

“Harga baru masih terjangkau, khususnya untuk masyarakat mampu. Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” tuturnya.
 Selanjutnya