Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Industri Manufaktur Domestik Makin Bisa Diandalkan
Penyerapan TKDN Bisa Dikerek Jadi 60 Persen
Jumat, 22 April 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
“Kementerian BUMN mendukung program P3DN, khususnya dalam peningkatan target belanja produk dalam negeri dan UMKM sesuai arahan Presiden Jokowi senilai Rp 400 triliun pada 2022,” ujar Pahala dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/4).
Untuk itu, Kementerian BUMN telah menugaskan PT Surveyor Indonesia (Persero) sebagai verifikator TKDN, untuk melakukan percepatan program Pemerintah dalam memasifkan sertifikasi TKDN di lingkungan BUMN.
Baca juga : Peringati Hari Kartini, Ewindo Tingkatkan Peran Wanita Di Sekor Pertanian
Surveyor Indonesia telah mengeluarkan 1.600 sertifikat TKDN pada 2021. Dan ditargetkan meningkat pada tahun ini sebanyak 3.100 sertifikat TKDN.
“Kami juga berharap implementasi nilai TKDN di lingkungan BUMN dapat semakin diakselerasikan,” ucap Pahala.
Baca juga : Lestari Imbau Generasi Muda Tingkatkan Ketrampilan Hadapi Persaingan
Pahala berharap, hal tersebut mampu mendorong optimalisasi peningkatan penggunaan produk dalam negeri pada berbagai pengadaan barang dan jasa. Sehingga mampu mendorong UMKM naik kelas.
Terpisah, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, dalam mendukung TKDN di Tanah Air melalui produk UMKM, pihaknya menggelar Showcase dan Business Matching Tahap II di Smesco pada 11-21 April 2022.
Baca juga : Industri Manufaktur Indonesia Semakin Ekspansif, Ini Buktinya
Dalam temu bisnis ini, pihaknya juga menghadirkan pelatihan agar para pelaku UMKM dapat masuk ke dalam e-katalog LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah). Saat ini, ditargetkan 1 juta produk UMKM dapat masuk ke dalam e-katalog LKPP. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya