Dark/Light Mode

Gara-gara Perang Rusia Vs Ukraina

Duh, Pemulihan Ekonomi Dunia Jadi Makin Lemot

Sabtu, 23 April 2022 06:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Wajiyo. (Foto: Istimewa).
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Wajiyo. (Foto: Istimewa).

 Sebelumnya 
Oleh karena itu, pengembangan Integrated Policy Framework (IPF) sangat diperlukan sebagai dasar analisis dalam merumuskan formulasi bauran kebijakan.

“IMF perlu membantu anggotanya untuk merumuskan exit strategy yang well-calibrated, well-planned, and wellcommunicated atas kebijakan moneter yang non-tradisional, serta menyusun strategi untuk mengurangi efek ketakutan,” ujar Perry.

Baca juga : Demi Lemahkan Rusia, Perang Di Ukraina Sengaja Dibikin Lama

Gubernur BI mengapresiasi IMF atas pembentukan fasilitas Resilience and Sustainability Trust (RST), untuk membantu negara yang membutuhkan dalam mengatasi tantangan struktural jangka panjang.

IMF diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi tantangan, sekaligus mencegah terjadinya fragmentasi ekonomi global.

Baca juga : Ekspor Kopi Tidak Terganggu Perang Rusia Vs Ukraina, Ini Penjelasannya

“Termasuk upaya terkait perubahan iklim, mengatasi pandemi, mengatasi kerentanan utang, mendorong digitalisasi, mobilisasi penerimaan pajak, serta mengamankan ketahanan energi (energy security),” tegas Perry.

Sejalan dengan itu, IMF menyampaikan rekomendasi kepada negara anggota bahwa respons kebijakan perlu diarahkan untuk mengatasi tekanan inflasi yang semakin meningkat. Dan, dampak konflik geopolitik yang semakin memanas berpotensi mempengaruhi proses pemulihan ekonomi.

Baca juga : Kebijakan Perdagangan Terbuka Bantu Pulihkan Ekonomi Indonesia

Selain itu, negara anggota juga diharapkan untuk terus memperkuat kerja sama multilateral. Antara lain mencakup kelanjutan upaya penyelesaian pandemi, upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, mendorong produktivitas melalui digitalisasi, serta komitmen untuk penyediaan kecukupan bantuan likuiditas internasional bagi negara yang membutuhkan. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.