Dewan Pers

Dark/Light Mode

Meski Ditekan Barat Gara-gara Invasi Ke Ukraina

Rusia-China Makin Mesra

Jumat, 1 April 2022 06:20 WIB
Menlu Sergey Lavrov (kiri) melakukan salam siku dengan Menlu China Wang Yi, Rabu lalu. (Foto: Xinhua Photo).
Menlu Sergey Lavrov (kiri) melakukan salam siku dengan Menlu China Wang Yi, Rabu lalu. (Foto: Xinhua Photo).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov akhirnya melakukan kunjungan luar negeri perdananya, pasca invasi pasukan Rusia ke Ukraina. Negara tujuannya, China.

Moskow memang makin mesra dengan Beijing sejak negara-negara Barat ramai-ramai menekan dan menjatuhkan sanksi atas agresi Rusia ke Ukraina. Dalam kunjungannya Rabu (30/3) lalu, Lavrov menegaskan, Rusia dan China akan bersama membangun tatanan demokrasi dunia baru.

Sejak Rusia melakukan penyerangan ke Ukraina, China menjadi salah satu negara yang menolak mengecam invasi tersebut. Beijing justru memberikan tingkat perlindungan diplomatik untuk Rusia yang semakin terisolasi.

Berita Terkait : Presiden Ukraina Kesal Kena PHP AS Dan Nato

Akibatnya, AS menuduh China memberikan sinyal ingin membantu militer dan ekonomi Rusia, yang saat ini didera sanksi Barat. Presiden Amerika Serikat Joe Biden bahkan menyamakan penyerangan ke Ukraina, dengan bagaimana China menghancurkan demonstrasi di lapangan Tiananmen pada 1989.

Meski begitu, Lavrov melukiskan gambaran tatanan dunia baru yang akan dibuat Rusia dan China. Dia mengatakan, dunia tengah hidup melalui tahap yang sangat serius dalam sejarah hubungan internasional.

“Kami bersama Anda dan simpatisan kami akan bergerak menuju tatanan dunia yang multipolar, adil dan demokratis,” kata Lavrov, saat bertemu Menlu China, Wang Yi, dilansir CBS News, kemarin.

Berita Terkait : Dihantui Inflasi Global, Rupiah Masih Kuat

Pertemuan kedua Menlu tersebut diperlihatkan di saluran TV China, dan saling menyentuhkan siku di depan kedua bendera nasional negara mereka. Keduanya juga terlihat menggunakan masker dalam pertemuan tersebut.

Kementerian Luar Negeri China pun mengutip pernyataan Wang Yi dalam pertemuan itu. “Hubungan China-Rusia telah bertahan dalam ujian baru dari situasi internasional yang berubah, mempertahankan arah kemajuan yang benar dan menunjukkan momentum pembangunan yang ulet,” tuturnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin sebelumnya mengatakan, kedua negara akan melanjutkan upaya memajukan multipolaritas global dan demokratisasi hubungan internasional. Dia menambahkan, kerja sama China dan Rusia tak mengenal batas.

Berita Terkait : Meski Dihantui Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Tetap Joss

Dalam kunjungan kali ini, Lavrov juga menghadiri serangkaian rapat yang digelar China untuk membantu Afghanistan. Diplomat dari Amerika Serikat dan negara tetangga Afghanistan juga hadir.

Di sela pertemuan membahas isu di Afghanistan, Lavrov juga sempat bertegur sapa dan ngobrol santai dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Namun tidak dijelaskan detail apa yang dibahas keduanya dalam pertemuan singkat tersebut. [DAY]