Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunker Ke Negeri Paman Sam
Bos OJK Pamer Stabilisasi Keuangan Tanah Air Ke Investor Amerika
Minggu, 24 April 2022 17:30 WIB
Sebelumnya
Menurutnya Indonesia memiliki 17.000 pulau, kami adalah pusat sumber daya alam. Kami banyak berkembang dalam sektor pertambangan, pertanian, kelapa sawit, perikanan dan pariwisata.
Dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, Wimboh menjelaskan, OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang green economy antara lain menerbitkan dokumen Taksonomi Hijau yang akan menjadi panduan aktivitas ekonomi yang melindungi lingkungan hidup dan perubahan iklim.
Selanjutnya dalam pertemuan dengan Timothy Geithner, mantan Menteri Keuangan AS pada periode pemerintahan Presiden Barack Obama.
Baca juga : Kemendagri Sosialisasi Rancangan PKPU 2024 Ke Pemerintah Daerah
Timothy saat ini merupakan pimpinan lembaga investasi internasional, yang sangat berminat melakukan investasi pada sektor jasa keuangan Indonesia.
Dalam pertemuan itu, Wimboh menjelaskan, OJK sangat mendorong investasi masuk ke industri jasa keuangan Indonesia untuk semakin memperkuat permodalan lembaga jasa keuangan. Khususnya dalam rangka mempersiapkan transformasi digitalisasi dan penguatan kapasitas industri jasa keuangan menghadapi persaingan di tingkat global.
Tak hanya itu, Wimboh berkesempatan melakukan pertemuan dengan civitas akademika Columbia University, New York, salah satu kampus terbaik di AS, untuk menjajaki program-program pascasarjana yang ditawarkan kampus ini guna mendukung pengembangan kompetensi SDM OJK.
Baca juga : Ridwan Kamil: Tak Ada Pembangunan Tanpa Ketentraman
"Pengembangan kapasitas SDM OJK sangat penting, karena perkembangan sektor jasa keuangan yang begitu pesat, seperti adanya inovasi digital, regulatory technology dan sustainable finance yang membutuhkan perspektif baru dalam implementasinya," ujarnya.
Wimboh juga berkesempatan untuk berdiskusi dengan Professor Charles W Calomiris, yang merupakan profesor bidang lembaga keuangan di Columbia Business School, Columbia School of International and Public Affairs dan juga pakar khusus Finance and Growth in Emerging Markets di Columbia University.
Dalam diskusi tersebut dibahas mengenai perkembangan best practice regulasi lembaga keuangan di negara berkembang, khususnya menghadapi normalisasi kebijakan keuangan, moneter dan fiskal negara maju.
Di mana regulator lembaga keuangan, khususnya di negara berkembang, perlu terus menerus menyelaraskan pengaturan prudensial agar sektor jasa keuangan tetap kompetitif di era globalisasi ini.
Selain itu, Wimboh juga bertukar pikiran mengenai perkembangan digital currency, kepemimpinan Indonesia di forum G20 tahun ini, serta pertumbuhan ekonomi beberapa emerging markets termasuk Indonesia. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya