Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mudik Lebaran Dorong Aktivitas Masyarakat

Prospek Ekonomi Indonesia Cerah

Rabu, 11 Mei 2022 06:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : Dok. Kementerian Perekonomian).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : Dok. Kementerian Perekonomian).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kinerja dan prospek ekonomi Indonesia pasca Lebaran masih tetap positif di tengah dinamika dan tantangan global. Ke depan, prospek ekonomi diyakini semakin solid dan mampu tumbuh lebih kuat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, tren perkembangan ekonomi nasional saat ini sudah berada pada jalur yang tepat, karena ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik yang semakin bergeliat.

Hal ini terjadi seiring dengan penanganan Covid-19 yang semakin baik dan vaksinasi yang semakin luas.

“Kondisi ini juga didukung sektor eksternal yang mampu beradaptasi dengan kondisi global,” kata Airlangga dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Mampu Tingkatkan Sektor Pertanian, Pupuk Indonesia Diapresiasi Mentan

Menurut Airlangga, perkembangan ekonomi Indonesia yang terus bergerak ke arah positif ini tidak terlepas dari solidnya kerja sama Pemerintah dan seluruh stakeholder dalam pengendalian Covid-19 dan menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Hasilnya, kepercayaan masyarakat maupun investor semakin menguat mendorong aktivitas ekonomi nasional.

Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, momentum pulihnya ekonomi nasional perlu dijaga dan ditingkatkan bersama-sama. Sehingga pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2022 dapat tumbuh tinggi.

Selain itu, reformasi struktural akan terus dilanjutkan sebagai strategi jangka menengah dan panjang.

Berita Terkait : IJACEA Dorong Pembangunan Ekosistem Seni Indonesia-Jepang

“Supaya kita dapat keluar dari jebakan negara berpenghasilan rendah atau middle income trap,” ujar Airlangga.

Airlangga mengatakan, dalam jangka pendek dan di tengah kenaikan inflasi global, Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Antara lain, bantuan sosial (bansos) reguler terhadap masyarakat miskin, serta beberapa kebijakan bantuan yang bersifat afirmatif. Misalnya, bansos minyak goreng hingga Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima Warung dan Nelayan (BT-PKLWN).

Sedangkan untuk jangka menengah, guna memitigasi berbagai risiko ketidakpastian global, Pemerintah terus mempercepat reformasi struktural. Antara lain melalui implementasi Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Berita Terkait : Tumbuh 5 Persen, BI: Ekonomi Indonesia Terus Membaik

“Kami juga terus berupaya memberikan kemudahan perizinan melalui Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), mitigasi perubahan iklim melalui percepatan green economy. Serta, meningkatkan kapasitas investasi nasional melalui Indonesia Investment Authority (INA),” jelas Airlangga.
 Selanjutnya