Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mudik Lebaran Sukses

Ekonomi Tumbuh Positif

Senin, 9 Mei 2022 06:55 WIB
Suasana penumpang Kereta api Sawunggalih yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2022). (Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM)
Suasana penumpang Kereta api Sawunggalih yang berangkat dari Stasiun Kutoarjo tiba di Stasiun Pasar Senen, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2022). (Foto: KHAIRIZAL ANWAR / RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya Pemerintah mendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan memperbolehkan mudik Lebaran tahun ini membuahkan hasil. Konsumsi rumah tangga cukup tinggi, semua sektor tumbuh positif.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kegiatan mudik Lebaran bakal mendong­krak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal II-2022.

“Proyeksi ini juga didorong cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pekerja swasta yang wajib dibayar penuh. Sehingga kontribusi Lebaran ter­hadap konsumsi rumah tangga cukup tinggi,” ujar Bhima dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Arus Balik Lebaran, Polres Metro Bekasi Tambah Personel Di Titik Rawan Kemacetan

Menurutnya, kegiatan mudik dan liburan selama Lebaran jadi momen vital untuk menggerak­kan roda perekonomian.

Khususnya pengeluaran dari kelas menengah atas yang sela­ma pandemi Covid-19 menahan uang di bank.

Bhima menjelaskan, mudik Lebaran telah mendorong semua sektor tumbuh positif. Mulai dari jasa transportasi, pakaian jadi, makanan minuman, perhotelan hingga jasa telekomunikasi.

Berita Terkait : Lebaran Besok, China Lakukan Buka Tutup Lokasi Shalat Id

Sektor pariwisata diperkirakan tumbuh jauh lebih tinggi dibanding dua tahun sebelumnya. Ok­upansi hotel di kisaran 80 persen. Tempat rekreasi dan fasilitas pen­dukung wisata akan terdorong dengan momen mudik.

Kendati secara umum kegiatan mudik Lebaran di kuartal II tahun ini memberikan sumbangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi, Bhima masih ragu pertumbuhan ekonomi nasional di keseluruhan tahun 2022 ini bisa menyentuh level 5 persen.

“Untuk mencapai pertumbuhan 5 persen tidak bisa hanya andalkan mudik Lebaran. Di kuartal III ta­hun ini tantangan akan jauh lebih berat. Mulai dari inflasi, naiknya suku bunga pinjaman, stabilitas nilai tukar, hingga tekanan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Berita Terkait : Zakat Fitrah Ajarkan Berbagi Dan Tumbuhkan Empati

Selain itu, kecenderungan setelah Lebaran, THR mulai meni­pis. Bahkan habis untuk kebutu­han pokok. Sementara indikator kesempatan kerja masih belum menunjukkan titik optimisme.

“Kondisi ini bisa jadi penghambat pertumbuhan ekonomi di dua kuar­tal akhir tahun ini,” tandasnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Har­tarto sebelumnya mengatakan, momen Lebaran kali ini berbeda dengan dua tahun sebelumnya, saat pandemi Covid-19 masih mengganas dan memukul semua sektor di dalam negeri.
 Selanjutnya