Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Matangkan Rencana Pembentukan Holding Dan Subholding
Erick Ngarep PLN Ngekor Jejak Sukses Pertamina
Sabtu, 14 Mei 2022 07:30 WIB
Sebelumnya
Lalu, subholding yang akan fokus bisnis di luar kelistrikan namun tetap memanfaatkan aset-aset milik PLN. Misalnya, fiber optic untuk bisnis mobile.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpendapat, pembentukan holding dan subholding tersebut dapat membantu PLN melakukan transformasi bisnis yang searah dengan tren transisi energi.
“Selain itu, adanya holding dan subholding bisa membuat PLN lebih efisien, pengukuran kinerja lebih transparan. Hal ini berpengaruh pada efektivitas pengambilan keputusan bisnis,” kata Fabby kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Manfaatkan Limbah, Inovasi CSR Subholding Upstream Pertamina Diapresiasi
Menurut Fabby, dengan struktur PLN saat ini, keputusan bisnis sangat bergantung pada direksi. Namun dengan pembentukan holding dan subholding, pengambilan keputusan bisnis bisa terdesentralisasi.
Saat ini, belum diketahui jelas seperti apa struktur holding dan subholding PLN. Namun sepertinya terbagi dalam tiga divisi.Yakni, pembangkit, transmisi dan distribusi, dan retail.
Fabby menyebut, pembentukan holding dan sub holding PLN merupakan salah satu terobosan Erick di Kementerian BUMN. Seperti halnya, pembentukan holding dan subholding Pertamina, yang bertujuan menyehatkan perusahaan dan meningkatkan daya saing.
Baca juga : Mall Tunjungan Plaza Terbakar, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Pimpin Proses Pemadaman
“Semangat yang dibawa Kementerian BUMN itu sama. Dengan menjadi subholding, maka PLN akan menjadi lebih fokus dalam menjalankan bisnis mereka,” ujarnya.
Sebelumnya, Dirut PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, transformasi PLN dengan pembentukan subholding bukan proses liberalisasi sektor ketenagalistrikan. Tetapi, untuk menjawab tantangan energi, disrupsi teknologi dan tantangan krisis energi yang pernah dialami oleh PLN.
“PLN harus mengubah organisasi yang lambat dan kompleks, menjadi organisasi yang lincah dan dinamis. Sehingga mampu mengubah tantangan,” terang Darmawan di Jakarta, Rabu (19/1). [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya