Dewan Pers

Dark/Light Mode

Banyak Yang Belum Melek Risiko Finansial Masa Depan

Aset Dana Pensiun Kita Kalah Dengan Malaysia

Selasa, 31 Mei 2022 06:30 WIB
Ilustrasi Dana Pensiun. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi Dana Pensiun. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Total aset asuransi dan dana pensiun di Indonesia masih kalah dibandingkan Malaysia. Pada tahun 2020, misalnya, aset asuransi dan dana pensiun di Indonesia kurang dari 20 persen terhadap nominal Produk Domestik Bruto (PDB).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, angka tersebut cukup jauh dari total aset asuransi dan dana pensiun di Malaysia dan Singapura, yang masing-masing mencapai 60 persen dan 85 persen dari PDB.

“Karena itu, potensi asuransi dan dana pensiun yang belum berkembang di Indonesia cukup tinggi,” ujar Airlangga di acara Indonesian Financial Group International (IFG) Conference 2022 di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Kemandekan Pembaharuan Pemikiran Agama

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aset industri dana pensiun Indonesia tumbuh 4,07 persen. Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,12 persen.

Hingga akhir 2021, OJK juga mencatat pelaku dana pensiun Indonesia hanya 212 perusahaan atau instansi.

“Selama ini, masih cukup banyak pekerja di Tanah Air yang belum memiliki akses terhadap dana pensiun,” ungkap Airlangga.

Berita Terkait : Agama Semakin Berjarak Dengan Para Pemeluknya

Padahal, kata dia, ruang tumbuh untuk sektor asuransi sebenarnya cukup besar. Sementara penetrasi sektor tersebut di Indonesia ter­masuk terendah di kawasan.

“Kami harapkan, setidaknya Indonesia bisa menyamai Malay­sia nantinya,” harap Airlangga.

Menurut eks anggota DPR ini, kontribusi asuransi dan dana pensiun dalam pendalaman dan perluasan pasar keuangan sangat dibutuhkan.

Berita Terkait : Tenang, Pemudik Bisa Divaksin Di Pelabuhan

Hal tersebut sangatlah penting bagi stabilitas sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi In­donesia secara keseluruhan di tahun mendatang.

Selama pandemi Covid-19, sektor asuransi telah memainkan peran penting dalam mendu­kung kebutuhan keuangan untuk mengatasi biaya tinggi dari Covid-19.
 Selanjutnya