Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tantangan Global Umat Masa Depan (1)

Agama Semakin Berjarak Dengan Para Pemeluknya

Jumat, 27 Mei 2022 06:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Tantangan umat masa depan dengan semakin berkem­bangnya sains dan teknologi, ditambah dengan semakin mobile-nya masyarakat ialah munculnya jarak antara agama dan pemeluknya. Hal ini bukan hanya masalah satu agama, tetapi semua agama dan kepercayaan lainnya.

Jika agama berjarak dengan pemeluknya, sudah pasti akan muncul persoalan kemanusiaan yang komplit. Agama hadir untuk memanusiakan manusia, sekaligus melanggengkan nilai-nilai kemanusiaan itu.

Adalah tanggung jawab kita semua, khususnya pemimpin umat beragama untuk memikirkan, agar agama tidak berse­berang jalan dengan pemeluknya.

Berita Terkait : Menikmati Penderitaan

Agama harus dipertahankan sebagai pandangan hidup (way of life) bagi pemeluknya. Apakah masih bisa disebut agama jika tanpa pemeluk? Atau, masih bisakah disebut manusia, tanpa agama? Agama tanpa pemeluk bisa berubah menjadi mitos, dan manusia tanpa agama, bisa berubah menjadi monster.

Jika hipotesis agama dan pemeluknya semakin berjarak maka langkah-langkah strategis apa yang seharusnya dilaku­kan? Ukuran untuk melihat kecenderungan ini bisa kita lihat pada kenyataan ril diri sendiri atau melalui keluarga kita. Apa kata agama dan apa yang kita lakukaan?

Jawabannya sangat jelas, bahwa kita memang sedang teralienasi dari ajaran agama kita secara utuh. Kita mengikuti sebagian ajaran agama, tetapi bagian lain dari ajaran agama kita sudah tinggalkan dengan berbagai alasan.

Berita Terkait : Bersahabat Dengan Musibah

Lingkungan pacu kita sebagai umat beragama semakin teruji (untuk tidak mengatakan semakin rusak). Sebaliknya, agama juga terkesan tidak lagi simetris dengan lingkungan pacunya sendiri.

Salah satu faktornya ialah masa depan datang lebih awal melampaui kecepatan kita menyiapkan diri. Mestinya, masa depan itu datang 50 atau 100 tahun lagi, tetapi sudah terlanjur masuk dalam kamar-kamar, bahkan dalam saku kita. Apa jadin­ya jika masa depan datang lebih awal dari perkiraan kita?

Pertanyaan ini dianalisis lebih cermat oleh Prof Clifford Geertz dalam bukunya The Observed. Geertz membayang­kan suatu masyarakat yang akan mengalami apa yang disebut dengan kepribadian ganda (split personality).
 Selanjutnya