Dark/Light Mode

Waktunya Belum Tepat, Dewan Kota Bandung Minta Kenaikan Retribusi Sampah Ditunda

Jumat, 18 Maret 2022 19:23 WIB
Ilustrasi penanganan sampah di Kota Bandung. (IST)
Ilustrasi penanganan sampah di Kota Bandung. (IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wacana kenaikan tarif retribusi sampah di Kota Bandung dianggap tidak tepat jika diterapkan saat ini. Untuk itu, wacana tersebut harus dikaji lagi.

Anggota DPRD Kota Bandung Yoel Yosaphat meminta rencana kenaikan retribusi sampah ditunda.

Baca juga : Bersama IBC, PLN Bangun Fasilitas Penyimpanan Listrik Berbasis Baterai

"Dari data yang kita miliki, tingkat kepatuhan retribusi masih rendah. Dari 700 ribu lebih kepala keluarga, retribusi yang diterima tidak sampai sepertiganya. Ini yang perlu dikaji, bagaimana cara mengoptimalisasi penerimaan dari tarif sekarang,” kata Yoel, di Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (18/3/2022).

'Saat ini kata dia, wacana kenaikan retribusi sampah 100 persen dari tarif lama, memberatkan masyarakat.

Baca juga : Ketua DPRD Pandeglang Minta Pengawasan Proyek SPAM Diperketat

"Paling tidak, penyesuaian kenaikan tarif retribusi itu dapat ditunda. Harapannya, masyarakat sudah mendapat layanan yang baik. Jika tidak, kenaikan tarif retribusi sampah ditunda dulu,'' harapnya.  

Bila peningkatan tarif ini untuk meningkatkan teknologi fasilitas pengelolaan sampah, pihaknya tak  terlalu memersalahkan. Namun kalau sekedar meningkatkan jasa pelayanan, Yoel memandang momennya belum tepat.

Baca juga : DPRD Kota Bandung Minta Proyek Ducting Dihentikan

Menurutnya, untuk penanganan sampah, Pemkot Bandung bisa bekerja sama dengan investor di bidang sampah. Dimana setelah proyeknya rampung dan pelayanan sampah meningkat, baru tarif retribusi sampah disesuaikan.

"Jadi, tidak boleh langsung membebani rakyat dengan peningkatan tarif 100 persen persen. Ini jelas sangat merugikan rakyat Kota Bandung. Apalagi saat ini kan ekonomi baru mulai bergerak,” tegas Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia Kota Bandung itu. [DR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.