Dark/Light Mode

Dipercaya Kelola Dana Pensiun BUMN

IFG Patuhi GCG Ya, Biar Nggak Kayak Jiwasraya

Sabtu, 4 Juni 2022 07:30 WIB
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berbicara pada acara Indonesia Financial Group (IFG) International Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022). (Foto: Dok. IFG).
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo berbicara pada acara Indonesia Financial Group (IFG) International Conference 2022 di Jakarta, Senin (30/5/2022). (Foto: Dok. IFG).

 Sebelumnya 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama IFG Robertus Bilitea mengaku, pihaknya telah membuat kajian atas penggabungan pengelolaan investasi dapen tersebut.

“Kami sudah diskusi, sudah ada kajiannya. Hasilnya, kami sampaikan ke Pak Wamen Tiko. Nanti, kami bicarakan juga hal ini dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk lihat seperti apa regulasinya,” ucapnya.

Ia memastikan, penggabungan pengelolaan ini memiliki tujuan yang jelas terkait pembayaran dana para pensiunan di masa mendatang.

Baca juga : Partai Buruh Janji Nggak Sakiti Rakyat

“Kami ingin pengelolaan investasi dilakukan oleh satu, dua, atau tiga perusahaan saja untuk memastikan ketersediaan dananya saat membayar pensiunan,” tutupnya.

Mengedepankan GCG

Advisor Departemen Pengawasan Khusus IKNB (Industri Keuangan Non Bank) OJK Sumarjono mengatakan, rencana Kementerian BUMN terhadap IFG diyakini mampu memperkuat program dapen.

Baca juga : Jika Diolah Dengan Baik, FABA Bisa Bawa Banyak Manfaat

“Kami menghargai Kementerian BUMN mengembangkan dan memperkuat dana pensiunnya lewat pengawasan IFG dengan konsolidasi,” ujar Sumarjono di kesempatan yang sama.

Namun ia mengingatkan, agar implementasi rencana tersebut harus mempertimbangkan peraturan yang berlaku. Serta didasari oleh kepentingan peserta program tersebut.

Hingga Maret 2022, OJK mencatat aset bersih dana pensiun mencapai Rp 392,8 triliun atau naik 5,85 persen year on year (yoy). Menurutnya, kinerja keuangan dapen termonitor cukup baik meski pandemi belum usai.

Baca juga : Menaker, Kasian Sekali Ya... Semoga Nggak Babak Belur

“Nilai investasi dana pensiun di periode Maret 2022 mencapai Rp 321,45 triliun atau naik 5,84 persen (yoy). Performa positif ini menunjukkan sektor ini masih atraktif. Ke depan diharapkan akan terus membaik,” harap Sumarjono. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.