Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program PEN Kelar, Lanjut GCRG
RI Bantu PBB Tangani Krisis Energi Dan Pangan
Selasa, 7 Juni 2022 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tugas Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) berakhir tahun 2023. Setelah itu, Pemerintah akan membentuk Global Crisis Response Group (GCRG).
Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rapat Kerja bersama dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, kemarin.
Airlangga menjelaskan, GCRG merupakan kelanjutan dari penugasan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) kepada Presiden Jokowi. Penanggung jawab tugas ini yakni Kementerian Koordinator Perekonomian.
Baca juga : Prof. Tjandra: Kelestarian Lingkungan Harus Jadi Prinsip Dasar Semua Kegiatan Pemerintah
“Ini membantu Sekjen PBB menangani krisis energi, pangan dan utang. Indonesia dianggap berpengalaman dalam penanganan International Monetary Fund (IMF) di tahun 1998 dan 2008,” jelas Airlangga.
Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, ada lima tantangan yang akan dihadapi GCRG. Antara lain, bangkit dari Covid-19, krisis akibat perang Rusia-Ukraina yang berakibat pada komoditas energi, pangan dan keuangan.
Kemudian, tantangan perubahan iklim atau climate change yang bisa menyebabkan kemarau panjang, dan akan berujung kepada kestabilan pasokan pangan dunia.
Baca juga : Program TJSL Bantu Sesama Melalui Kegiatan Donor Darah
Airlangga mengklaim, selama ini peran KPC-PEN sangat vital dalam penanganan pandemi di Indonesia. Bukan hanya soal kesehatan, juga ekonomi.
Menurut Airlangga, total anggaran yang dikeluarkan Pemerintah untuk penanganan Covid-19 telah mencapai Rp 1.895,5 triliun hingga 2022.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet menyarankan Pemerintah berhati-hati membubarkan KPC-PEN. Karena bisa berimbas pada pengurangan insentif yang diberikan Pemerintah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya