Dewan Pers

Dark/Light Mode

4 Bulan Jadi Selingkuhan, Janda Cantik Tewas Di Tangan Istri Pacar

Sabtu, 14 Mei 2022 18:51 WIB
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Ist)
Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hilang sejak 26 April, Dini Nurdiani ditemukan sudah tak bernyawa pada 29 April, atau tiga hari kemudian. Sebelum dilaporkan hilang, janda berusia 26 tahun asal Cengkareng, Jakarta Barat pamit hendak berbuka bersama (bukber) pada keluarga.

Setelah jasad Dini ditemukan, di kawasan Bekasi, petugas Polsek Cengkareng bergerak cepat. Mereka membawa jasad Dini ke RS Polri Kramat Jati untuk mengetahui penyebab kematiannya, sekaligus melakukan penyelidikan.

Akhirnya pada Jumat (13/5) malam pelaku pembunuh Dini ditangkap. Pelakunya seorang wanita, berinisial NU (24). "Sudah (ditangkap), semalam," kata Kapolsek Cengkareng Ardhie Demastyo saat dikonfirmasi, Sabtu (14/5).

Berita Terkait : Maknai Hardiknas, Kaum Muda Antusias Dengan Merdeka Belajar

Ardhie menjelaskan, pelaku ditangkap di sebuah perumahan di CBD Cibubur, Bekasi. Tidak jauh dari lokasi penemuan jasad Dini. "(Di tubuh Dini) Ada luka tusuk," bebernya.

Diungkapkan Ardie, Janda beranak satu itu, dibunuh karena motif cinta segitiga. Pelaku merasa cemburu. Dia kesal lantaran Dini menjalin hubungan dengan suaminya. "Motifnya ternyata kecemburuan. Tersangka ini adalah istri pacar korban," ungkap Ardhie.

Diterangkannya, tersangka dan suaminya sudah memiliki tiga anak. Terapi, ternyata, sudah empat bulan ini suami NU menjalin hubungan dengan Dini. Dini dan suami NU sama-sama bekerja sebagai cleaning service di sebuah bank pelat merah di Gatot Subroto, Jakarta Selatan. "Tapi beda perusahaan," terangnya.

Berita Terkait : Raja Salman-MBS Ucapkan Selamat Pada Putin Di Hari Kemenangan

NU kemudian memergoki chat suaminya, ID (27), dengan korban. Dia pun kesal. Hal itu membuat NU berencana untuk menghabisi Dini.

"Jadi setelah baca WA (WhatsApp) pada malam hari, (tersangka) melihat adanya komunikasi. Tersangka cemburu dan mempunyai niat untuk menghabisi," ucapnya.

NU kemudian menyusun rencana pembunuhan itu. Akhirnya, pada 26 April, NU memancing korban untuk bertemu dengannya.

Berita Terkait : Tradisi Syawalan, Balon Udara Liar Beterbangan Di Angkasa Pulau Jawa

NU berpura-pura menjadi suaminya dan mengajak Dini untuk buka puasa bersama. Hingga kemudian NU dan korban bertemu di halte bus di sekitar Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur. "Jadi dia WA kepada korban bahwa 'kita bukber nanti, yang jemput adalah ponakan saya'," ungkap Ardhie.
 Selanjutnya