Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program PEN Kelar, Lanjut GCRG
RI Bantu PBB Tangani Krisis Energi Dan Pangan
Selasa, 7 Juni 2022 06:30 WIB
Sebelumnya
Menurut Rendy, ada dua fokus KPC-PEN yang harus dilanjutkan, yakni pemulihan ekonomi sejalan dengan penanganan Covid-19. Dan upaya menurunkan defisit anggaran kembali menuju 3 persen pada 2023.
“Insentif dari KPC-PEN harus tetap ada. Karena, tingkat pengangguran belum kembali seperti level sebelum pandemi. Artinya, masih ada kelompok usia pekerja yang belum kembali terserap oleh lapangan kerja yang ada saat ini,” jelas Rendy.
Baca juga : Prof. Tjandra: Kelestarian Lingkungan Harus Jadi Prinsip Dasar Semua Kegiatan Pemerintah
Seperti diketahui, pada 2023 Pemerintah akan memangkas alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19. Hal ini sejalan dengan dengan target defisit APBN yang harus kembali ke bawah 3 persen serta pemulihan ekonomi.
Pemerintah tidak akan lagi mengalokasikan anggaran belanja untuk program pemulihan ekonomi nasional tahun depan.
Baca juga : Program TJSL Bantu Sesama Melalui Kegiatan Donor Darah
Tahun ini, Pemerintah mengalokasikan anggaran pemulihan ekonomi nasional senilai Rp 455,62 triliun. Adapun, per 13 Mei 2022 realisasinya senilai Rp 80,79 triliun atau 17,73 persen dari total alokasi. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya