Dewan Pers

Dark/Light Mode

Wujudkan Bandara Ramah Lingkungan, AP I Terapkan Standarisasi Green Airport

Rabu, 8 Juni 2022 06:40 WIB
Wujudkan Bandara Ramah Lingkungan, AP I Terapkan Standarisasi Green Airport

RM.id  Rakyat Merdeka - Angkasa Pura I (AP I) menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelestarian lingkungan hidup dengan mempersiapkan 15 bandara kelolaannya yang ramah lingkungan dan upaya untuk memperoleh sertifikasi “green airport”.

Selain itu, AP I juga menerapkan prinsip-prinsip pelestarian lingkungan hidup pada proses bisnisnya agar terwujud proses bisnis yang berkelanjutan.

Direktur Utama Angkasa Pura I, Faik Fahmi mengatakan, pandemi Covid-19 yang terjadi selama kurang lebih 2 tahun ini telah memberikan dampak drastis pada dunia aviasi dan bisnis penerbangan, sehingga rencana jangka panjang Angkasa Pura I telah beralih kepada strategi untuk bertahan dan rebound strategy tanpa menghilangkan keberlanjutan.

Ditegaskan, kegiatan pengembangan dan pengelolaan bandara yang telah dilaksanakan oleh Angkasa Pura I harus membawa manfaat sosial dan manfaat lingkungan hidup bagi masyarakat sekitar bandara.

"Oleh karena itu, untuk mengantisipasi dampak lingkungan hidup dalam jangka panjang, kami berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip eco-airport dan prinsip perusahaan berkelanjutan pada operasional dan pengembangan bandara milik Angkasa Pura I” ujar Faik Fahmi.

Angkasa Pura I telah mengenalkan konsep bandara ramah lingkungan (eco-airport) melalui pengembangan terminal baru Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang yang diikuti pengimplementasian secara penuh standar ISO 14001 terkait lingkungan oleh Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Berita Terkait : Ketua Fraksi PKS: Jadikan Pancasila Sebagai Working Ideologi

Disusul dengan Bandara Internasional Yogyakarta yang merupakan bandara greenfield baru di Indonesia yang diluncurkan pada tahun 2019 silam dengan filosofi arsitektur yang keberlanjutan dan ramah lingkungan serta infrastruktur yang dirancang untuk menahan gempa dan likuifaksi.

 

Selain itu, Angkasa Pura I juga telah memasukkan strategi lingkungan hidup ke dalam program-program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti kegiatan penanaman pohon, penanaman terumbu karang, dan lainnya.

Hal ini dilakukan untuk mendorong keberlanjutan bandara di Indonesia melalui program inovasi, partisipasi, dan menjangkau masyarakat sekitar.

Sejak tahun 2019 sampai dengan saat ini, implementasi eco-airport dan sistem pengelolaan lingkungan yang efektif telah dilaksanakan, yaitu antara lain:

1. Implementasi sistem manajemen lingkungan dengan pendekatan dan Sertifikasi ISO 14001 di 5 bandara kelolaan Angkasa Pura I.

2. Penggunaan Online Monitoring Reporting System pada aspek lingkungan sesuai dengan ISO 14001 dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Berita Terkait : Abuya Muhtadi Dimyathi Pandeglang Dukung dan Doakan Sandiaga Uno Presiden 2024

3. Implementasi lanjutan untuk Habitat Management atau Biodiversity Study sebagai program pengendalian satwa liar di seluruh Bandara.

4. Program pengelolaan limbah termasuk pengolahan air limbah, pengolahan limbah padat dengan daur ulang limbah dan pengolahan limbah berbahaya.

5. Sosialisasi program green airport kepada tenant dan penumpang pesawat (misalnya mengurangi sedotan plastic untuk F&B, menggunakan lampu low watt, mengurangi konsumsi serta penggunaan plastik, dan lainnya).

6. Konservasi energi melalui sistem panel surya pembangkit listrik tenaga surya di beberapa daerah, bahan bakar nabati atau hal lainnya yang terkait dengan energi terbarukan, pengurangan konsumsi listrik dengan menggunakan sensor building automatic systems, pendingin magnetik, dan lain-lain.

7. Pengembangan rapid exit taxiway di bandara-bandara potensial.

8. Airport Collaborative Decision Making (A-CDM) & Continuous Descent Operations (CDO) untuk mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.

Berita Terkait : Usung Konsep Wisata Ramah Lingkungan, Ini Teknis Yang Dikembangkan Nara Kupu Jogja

9. Standarisasi Green Airport yang meliputi Green Building pada Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), Green Construction, dan Green Procurement.

10. Sertifikasi Airport Carbon Accreditation (ACA) di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG), Bandara Adi Soemarmo Solo (SOC), dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin (BDJ).

Serta monitoring dan database ACERT (ACI's Airport Carbon and Emissions Reporting Tool) setiap 6 bulan di 13 bandara kelolaan Angkasa Pura I untuk memudahkan dalam mereview pengelolaan energi.

Pada kampanye global Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 yang mengusung tema #OnlyOneEarth, Angkasa Pura I mengajak seluruh pegawainya untuk turut serta dalam kegiatan Webinar yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2022 dengan tema “Pengelolaan Bandar Udara Ramah Lingkungan”.

Dengan dilaksanakannya Webinar ini, Faik Fahmi berharap dapat memberikan pemahaman kepada seluruh pegawai terkait pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di bandar udara.

"Dan sebagai komitmen kami untuk menjalankan langkah-langkah yang tepat dalam hal meminimalisir dampak yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas yang terjadi di bandar udara” ujar Faik Fahmi.■