Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - PT Envy Technologies Indonesia Tbk, perusahaan penyedia jasa teknologi informasi, resmi mencatat saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi perusahaan publik. Dalam penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di BEI, Senin (8/7) pada hari ini dengan kode saham: ENVY, perseroan menunjuk penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter) yaitu PT Erdikha Elit Sekuritas.
Direktur Utama ENVY Mohd. Sopiyan bin Mohd. Rashdi mengatakan, perseroan menjual sebanyak 600.000.000 (enam ratus juta) saham kepada publik. Jumlah ini setara dengan 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga IPO yang ditetapkan Rp 370,- per saham.
Baca juga : Genjot Mutu Perikanan, Swiss Guyur RI Rp 24 Miliar
"Kita sudah mempertimbangkan hasil bookbuilding yang telah dilakukan oleh penjamın emisi, maka ditetapkan harga penawaran Rp370,- per saham. Dengan demikian, Perseroan meraih dana IPO mencapai Rp222.000.000.000," ujar Sopiyan.
Senior Vice President PT Erdikha Elit Sekuritas sekaligus sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek Toto Sosiawanto mengatakan, Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) didapatkan pada 27 Juni 2019, dan masa penawaran pada 1 dan 2 Juni.
Baca juga : Merakyat dan Suka Blusukan, Raja Malaysia Seperti Jokowi
Tanggal distribusi saham pada 5 Juli dan tanggal pencatatan di BEI pada hari ini, 8 Juli 2019. "Berdasarkan sistem penjatahan, sebesar 99 persen adalah alokasi untuk penjatahan pasti dan sebesar 1 persen untuk porsi terpusat (pooling), dimana total permintaan yang diterima pada saat Penawaran Umum sejumlah 285 juta lembar saham merupakan permintaan atas porsi pooling, dengan dana yang masuk sejumlah Rp 105,4 miliar yang mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak 47,5 kali dari jatah pooling tersebut," kata Toto.
Perseroan telah merencanakan penggunaan dana hasil IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi adalah : Sebesar 31,40 persen akan digunakan Perseroan untuk kegiatan usaha Sistem Integrasi Informatika.
Sebesar 24,56 persen akan digunakan Perseroan untuk kegiatan usaha Sistem Integrasi Telekomunikasi.
Baca juga : Berangkatkan 13 Ribu Pemudik, BPJS TK Rogoh Kocek Rp 13 M
Sebesar 2,11 persen akan digunakan Perseroan untuk Penelitian dan pengembangan diantaranya untuk Future Product Development dan Existing Product Development. "Sebesar Rp 48.000.000.000,- atau sebesar 22,84 persen akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang Perseroan. Sisanya sebesar 19,09 persen akan digunakan Perseroan sebagai modal kerja antara lain: Gaji Karyawan, Sewa kantor, dan Biaya-biaya Umum dan Administrasi," tegas Toto. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya