Dewan Pers

Dark/Light Mode

Industri Pulp Dan Kertas Sumbang Devisa Rp 114,4 T

Kamis, 23 Juni 2022 17:32 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Liana Bratasida bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di acara Surabaya Printing Expo (SPE) 2022. (Foto: Ist)
Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Liana Bratasida bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di acara Surabaya Printing Expo (SPE) 2022. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri pulp dan kertas (IPK) menjadi salah satu industri yang berperan penting untuk perekonomian Indonesia.

“Industri pulp dan kertas Indonesia merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting bagi perekonomian Indonesia yang memberikan konstribusi terhadap PDB sebesar 0,67 persen dan devisa negara sebesar 7,5 miliar dolar AS (Rp 111,4 triliun) pada tahun 2021,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Liana Bratasida di acara Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 ke-15 yang dilaksanakan pada 23-26 Juni 2022 di Grand City Center Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Liana, devisa tersebut diperoleh dari kegiatan ekspor pulp sebesar 3,28 miliar dolar AS ke beberapa negara tujuan utama yaitu China, Korea, India, Bangladesh dan Vietnam serta ekspor kertas sebesar 4,22 miliar dolar AS ke negara China, Jepang, Vietnam, Malaysia, serta Philipina.

Berdasarkan kinerja ekspor tersebut industri kertas berhasil menduduki peringkat pertama dan industri pulp peringkat keempat untuk ekspor produk kehutanan terbesar pada tahun 2022. “Selain itu, industri pulp dan kertas Indonesia menempati peringkat ke satu di ASEAN, peringkat 3 di Asia untuk Pulp, peringkat 4 di Asia untuk kertas, peringkat 8 di dunia untuk pulp dan peringkat 6 di dunia untuk kertas,” katanya.

Berita Terkait : Duo Caby Bikin Industri Musik Dangdut Kembali Bergairah

Liana menjelaskan, industri pulp dan kertas Indonesia memiliki peluang untuk dapat dikembangkan lebih lanjut karena didukung dengan terbukanya peluang pasar baik di dalam negeri maupun luar negeri serta adanya keunggulan komparatif. Seperti alokasi hutan tanaman industri sebagai sumber bahan baku kayu, iklim tropis yang memungkinkan tanaman dapat tumbuh lebih cepat, tersedianya SDM yang cukup kompeten serta jaminan pasokan bahan baku legal yang bersumber dari hutan yang dikelola secara lestari.

“Peranan dan peluang pertumbuhan industri pulp dan kertas yang sangat potensial ini juga tidak lepas dari diperhatikannya aspek-aspek lingkungan dan keberlanjutan (sustainability) dalam melakukan kegiatan proses produksinya sehingga industri pulp dan kertas menjadi industri yang lebih hijau dan lebih berwawasan lingkungan antara lain dengan penggunaan bahan baku daur ulang, teknologi yang ramah lingkungan, dan efisiensi energi untuk mendukung kebijakan pengurangan emisi dan tercapainya pembangunan rendah karbon,” ujar Liana.

Surabaya Printing Expo

APKI mendukung terselenggaranya acara Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 ke-15. Acara yang diprakarsai oleh Krista Exhibition bekerjasama dengan APKI, nantinya akan menampilkan lebih dari 86 exhibitors dari 16 negara di dunia dan diperkirakan akan dikunjungi oleh 15.000 pengunjung dari dalam negei maupun luar negeri.

Berita Terkait : Bantu Penelitian Penyakit Menular Anak, Dolly Parton Nyumbang Rp 14,7 M

Liana diharapkan agar acara ini dapat meningkatkan kinerja perdagangan serta bisa memfasilitasi para pelaku usaha percetakan dan pelaku usaha produk kertas untuk saling bertemu dan berdiskusi dalam menjajaki kerja sama.

Kegiatan SPE ini penting untuk diikuti oleh pelaku usaha di industri kertas karena terkait dengan percetakan seperti kertas printing and writing, kertas kamera, dan lainnya, khususnya untuk pengembangan dan kemajuan dari industri pulp dan kertas Indonesia.

Liana berharap, pameran SPE akan menambah wawasan bagi pelaku usaha dan masyarakat mengenai pengembangan industri percetakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat serta siap menghadapi perkembangan dan tantangan global yang pesat. Selain itu acara ini juga dapat meningkatkan networking dan komunikasi dengan semua pihak terkait.

"Kami menyampaikan terimakasih bahwa Surabaya Printing Expo ini bisa membangun sinergitas antara Perusahaan grafika, Asosiasi Komunitas Printing dan Asosiasi dari Pulp dan Kertas akan menjadi satu kesatuan," ungkap Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Berita Terkait : Kagumi Indonesia, Presiden Nepal Undang Dubes RI Ke Istana

Selain itu, kata dia, Surabaya Printing Expo bisa menjadi pembuka akses ekonomi, bukan hanya Jawa Timur, tapi juga Indonesia. Kondisi ini menjadi harapan baru, khususnya bagi UMKM printing di Jawa Timur. Apalagi, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Jawa Timur.