Dark/Light Mode

Krisis Pangan Bikin Negara Bangkrut

Peningkatan Produksi Jangan Cuma Jargon

Minggu, 26 Juni 2022 06:30 WIB
krisis pangan dan bahan bakar yang disebabkan oleh invasi Rusia terhadap Ukraina. (Foto : REUTERS/Ramzi Boudina)
krisis pangan dan bahan bakar yang disebabkan oleh invasi Rusia terhadap Ukraina. (Foto : REUTERS/Ramzi Boudina)

 Sebelumnya 
Situasi yang tidak menentu tersebut seperti, potensi fenomena El Nino, ataupun La Nina yang dapat mengancam produksi dan mengganggu ketersediaan pangan baik secara global mau­pun domestik.

Karena itu, Jokowi meminta seluruh pihak hati-hati soal pangan, karena ketidakpastian paso­kan pangan ke depannya terus meningkat di pasar global.

Jokowi mencontohkan, pada Januari 2022 hanya ada tiga negara yang menyetop ekspor pangan untuk memenuhi kebu­tuhan dalam negeri.

Baca juga : Bantu Edukasi Warga, PLN UIP Jawa Bagian Barat Bangun Taman Pintar Di Tangerang

Sedangkan pada pertenga­han Juni 2022, jumlah negara yang menyetop ekspor pangan meningkat menjadi 23 negara. Karena masing-masing negara ingin menjaga stok pangan guna memenuhi kebutuhan domestik.

“Dari 3 melompat menjadi 23 negara. Stop, saya nggak mau beras saya, kita jual, ekspor ke negara lain. Gandum juga stop, simpan semuanya karena kita harus jaga-jaga,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyebut, sudah ada negara yang terkena dampak dari krisis pangan. Beberapa negara yang selama ini meng­gantungkan hasil pangan dari impor. Bahkan sampai tidak bisa berkutik lantaran tak memiliki cadangan devisa.

Baca juga : Terima Wartawan Senior, Bamsoet Dorong Peningkatan Gerakan Wakaf

“Tidak punya cadangan de­visa, akhirnya tidak bisa beli pangan, tidak bisa impor pangan. Karena pangannya, energinya impor semua. Kemudian terje­bak pada pinjaman utang yang sangat tinggi,” jelas Jokowi.

Presiden melanjutkan, pada dasarnya Indonesia memiliki banyak alternatif bahan pokok pendamping, seperti di Papua ada sagu, di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat ada jagung dan sorgum, di Jawa ada porang dan umbi-umbian.

“Ini yang patut kita syukuri. Kita dianugerahi oleh Tuhan betapa melimpah bahan makanan kita. Karenanya harus kita jaga dan dimanfaatkan,” kata Jokowi. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.