Dewan Pers

Dark/Light Mode

Erick Guyur Investasi Soonicorn

Start Up Edutech Punya Prospek Jadi Unicorn

Senin, 20 Desember 2021 06:50 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital, di Jakarta, Rabu (15/12).
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital, di Jakarta, Rabu (15/12).

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menargetkan melahirkan lebih banyak perusahaan rintisan lokal (start up) kategori unicorn.

Upaya itu dilakukan melalui Merah Putih Fund (MPF), lembaga pembiayaan yang akan memfasilitasi pendanaan bagi start up berpotensi.

“MPF ini akan fokus kepada Soonicorn, sebagai step awal menuju unicorn,” ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam Peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital, di Jakarta, Rabu (15/12).

Menurut Erick, jumlah unicorn yang ada saat ini belum maksimal. Padahal, di Indonesia banyak bermunculan soonicorn dengan valuasi di kisaran 100 juta hingga 200 juta dolar AS (setara Rp 1,4 triliun-Rp 2,8 triliun).

Berita Terkait : Hasil Investasi Unit Link Bermanfaat untuk Memperpanjang Proteksi Diri

Karenanya, bos Mahaka Group ini menyayangkan, bila startup yer potensi itu, gagal berkembang lantaran tak mendapatkan pendanaan.

“Kita fokus ke soonicorn, yang belum jadi unicorn. Di situ, banyak yang punya potensi. Prediksi kita, 25 unicorn masih possible. Ini pemikiran awal. Kalau tidak di-funding, risiko gagal,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya menggalang kekuatan dengan banyak pihak untuk menyiapkan pendanaan alias berinvestasi pada cikal-bakal start up unicorn ini. Apalagi BUMN tidak bisa berpikir secara sektoral dalam peningkatan akselerasi digital. Melainkan, harus berkolaborasi dengan banyak pihak.

Seperti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), dan para pengusaha swasta nasional.

Berita Terkait : Menteri Erick Jajaki Investasi Bangun Rumah Haji Di Mekkah

“Saya berharap seluruh swasta masuk dalam pendanaan ini. Kita juga sudah mengajak SWF (Sovereign Wealth Fund) atau INA (Investment Authority) untuk masuk,” akunya.

MPF menargetkan, hingga pertengahan tahun depan mengucurkan dana sebesar 300 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,26 triliun untuk soonicorn-soonicorn dengan kriteria yang telah ditetapkan.

Adapun, tiga syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan pendanaan, yakni startup yang didirikan orang Indonesia, memiliki kantor di Indonesia, dan akan go public di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sayangnya, ia belum menentukan jumlah start-up yang bakal diberi pendanaan oleh MPF. Hal itu, tergantung pada jumlah soonicorn yang ada di Indonesia serta valuasinya.

“Sejak awal saya dalam posisi yang keras. Jangan sampai kita yang bangun, tapi orang lain yang isi, sama saja bohong. Kita harus proaktif. Ayo, mana superhero Indonesia,“ tantang mantan bos Inter Milan itu.

Berita Terkait : Investigasi Dugaan Kebocoran Data 279 Juta Penduduk Indonesia!

Ia menekankan, Indonesia tidak boleh telat melakukan transformasi. Terutama, dalam ekonomi digital. Sebab, bila UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) bisa dibangun dan kini memiliki kekuatan yang terintegrasi, maka hal serupa juga bisa dilakukan pada perusahaan rintisan yang fokus di sektor digital ini.
 Selanjutnya