Dark/Light Mode

Kerek Ekonomi Masyarakat Sekitar

Jababeka Gelar Pelatihan Budidaya Maggot BSF

Selasa, 5 Juli 2022 10:35 WIB
Pelatihan Budidaya Maggot BSF Jababeka. (Foto: Ist)
Pelatihan Budidaya Maggot BSF Jababeka. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bisnis maggot Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam tengah mendapat menarik perhatian masyarakat Indonesia. Sebab, bisnis maggot bisa menambah pundi-pundi penghasilan dan budidayanya relatif mudah.

Mengetahui fenomena itu, PT Jababeka Tbk berinisiatif memberikan pelatihan lalat BSF secara gratis bagi masyarakat Karawang dan Cikarang di Desa Mekarmukti. Adapun pelatihan budidaya maggot ini merupakan rangkaian kegiatan Corporate Social Responsibility Jababeka di bidang lingkungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan sebagai bentuk dukungan Jababeka kepada Pusat Daur Ulang (PDU) Sampah di Desa Mekarmukti.

Baca juga : Kementan Gelar Pelatihan Pencegahan PMK

Pelatihan diberikan oleh Jamaggo, salah satu unit Jababeka dalam pengolahan sampah organik menggunakan biokonversi BSF. Jalannya pelatihan pun sangat menarik dan tak sedikit peserta yang bertanya. Mulai dari siklus hidup maggot, persiapan dan cara budidaya maggot, produk yang bisa dijual dari maggot, market yang harus dituju, hingga pada saat praktek langsung cara penanganan telur maggot yang akan menetas.

Selain itu, peserta pelatihan juga mendapatkan perlengkapan budidaya maggot skala rumah tangga, yaitu baskom besar, sprayer, pur ayam 1 kg (makanan bayi maggot ketika telur sudah menetas), saringan dan telur maggot sebanyak 5 gram. Tujuannya, agar setelah mendapatkan pelatihan mereka bisa menerapkan budidaya maggot di rumah masing-masing.

Baca juga : 9 Unit Usaha APP Sinar Mas Raih CSR Award

Di samping itu, pihak PDU Sampah di Desa Mekar Mukti juga mendapat pupa maggot yang siap bermetamorfosis menjadi lalat BSF untuk dilanjutkan proses perkembangbiakan lalat menjadi telur maggot. Sehingga bisa membantu PDU Sampah-Desa Mekar Mukti dalam mengurangi sampah organik.

Sementara itu, Dede Sulaeman selaku Kepala Desa Mekarmukti, yang turut serta dalam pelatihan tersebut mengatakan, “Semoga pelatihan budidaya maggot kali ini dapat bermanfaat baik untuk lingkungan maupun peningkatan ekonomi warga kami.”

Baca juga : PBM Universitas Al Azhar Indonesia Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin Se-Indonesia

Hal serupa juga diungkap oleh Tjahjadi Rahardja selaku Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk. Ia berharap, pelatihan budidaya maggot bisa memberi berkah dan manfaat bagi masyarakat Desa Mekarmukti. Hal itu, mengingat, Desa Mekarmukti sudah punya resources, yaitu pusat daur ulang sampah, dan hanya perlu dikembangkan lagi.

"Dalam kegiatan budidaya maggot dari rumah ini, tetap akan mendapatkan pengawasan dari pihak Jababeka dan didukung oleh pemerintah setempat. Sehingga, harapannya, seluruh masyarakat yang ikut pelatihan bisa berhasil dalam melakukan budidaya maggot dari rumah," tutup Tjahjadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.