Dark/Light Mode

Cabe Rp 70 Ribu Per Kilo

Kemendag Gatot Stabilkan Harga

Jumat, 12 Juli 2019 14:02 WIB
Cabe Rp 70 Ribu Per Kilo Kemendag Gatot Stabilkan Harga

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perdagangan (Kemendag) gatot alias gagal total menstabilkan harga cabe. Hingga Rabu (10/7) si pedas meroket sampai menyentuh Rp 70 ribu per kilogram (kg). 

Harga cabe semakin tak terkendali. Direktur Jenderal Perda gangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tjah ya Widayanti mengakui, harga komoditas cabe tergolong tinggi

Kenaikan harga yang terjadi sebelum dan sesudah Ramadan 2019 masih berlangsung hingga sekarang. Tjahya memperkirakan penurunan harga komoditas cabe akan bisa dimulai awal Agustus 2019. Kenaikan harga cabe ini, salah satunya disebabkan belum semua sentra produksi para petani panen. Sehingga pasokan barang tidak merata di semua daerah.

Baca juga : Pola Tanam Bisa Percepat Stabilisasi Harga Cabe

“Biasanya produksi 125 ton se hari, saat ini hanya sekitar 90- an ton. Mudah-mudahan kondisi ini tidak berlarut-larut, diperkirakan Agustus-September ini sudah ada panen lagi,” katanya, kemarin. 

Selain itu, cabe termasuk jenis hor tikultura dan perisabel both. Artinya, produk atau komoditas yang mudah rusak. Hal ini menjadi penyebab pemerintah cukup kesulitan untuk menjaga stabilitas harga bagi komoditas cabe. 

“Jadi, memang harus ada penanganan yang cukup serius. Cabe itu harus punya atau disimpan dalam suatu storage yang bisa menahan cabe itu tetap dalam kondisi prima,” tuturnya. 

Baca juga : Gelar Bazar, Kemendag Serap Ayam Peternak Untuk Naikkan Harga

Alat penyimpanan itu, kata Tjahya, bisa berupa Controlled Atmosphere Storage (CAS). Namun, masalahnya tidak semua pusat-pusat atau sentra produksi di daerah memiliki alat CAS itu. “Yang saya tahu, yang punya itu hanya pasar induk Kramat Jati, itu punya CAS,” ujarnya. 

Menurutnya, disatu sisi sebentar lagi cabe akan memasuki panen raya. Artinya, pasokan kembali melimpah. Nah, butuh tempat penyimpanan yang baik. “Karena, nanti kalau panen raya juga akan bingung lagi. Cabe nanti dibuang-buang karena har ganya rendah,” jelasnya. 

Ketua Umum Ikatan Pedagang Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, harga cabe menyentuh angka tertinggi sampai Rp 70 ribu per kg. Cabe yang dimaksud adalah cabe TW atau cabe merah besar. Harga normal sebesar Rp 35 ribu per kg menjadi Rp 70 ribu per kg. 

Baca juga : Peternak Menjerit, Biaya Pakan Lebih Mahal Dari Harga Jualnya

“Hampir 100 persen kenaikannya. Ini sangat aneh karena alasannya selalu produksi yang kurang karena faktor cuaca,” katanya kemarin. 

Mansuri menilai, alasan yang dikemukakan pemerintah soal melangitnya harga cabe tidak masuk akal. Padahal, tiap tahun kejadian produksi cabe berkurang karena kemarau pasti terjadi. [KPJ]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.