Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Siap Pimpin Transisi Energi
Dirut PLN Beberkan Jurus Capai Net Zero Emission 2060
Jumat, 15 Juli 2022 11:02 WIB
Sebelumnya
Selain itu, pihaknya juga menggunakan teknologi ultra-supercritical dan co-firing pada PLTU yang saat ini masih beroperasi. Saat ini, co-firing diterapkan di 52 PLTU.
Tak hanya itu, perseroan juga menjalankan program dedieselisasi melalui konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di daerah remote dengan pembangkit listrik berbasis EBT melalui skema hybrid.
Perseroan juga menyiapkan program lainnya untuk mendukung transisi energi, yaitu ekspansi gas, pengembangan teknologi penyimpanan listrik dalam bentuk baterai berukuran besar, hingga teknologi penangkapan karbon dan hidrogen. Termasuk, meningkatkan efisiensi energi dan menekan susut jaringan.
Baca juga : Tampil Ciamik, Rossonerri Permanenkan Junior Messias
Untuk menyukseskan semua upaya mendukung Carbon Neutral 2060, Darmawan mengaku, setidaknya PLN membutuhkan minimal 500 miliar dolar Amerika Serikat (AS), setara Rp 7.502 triliun.
"Kuncinya adalah kolaborasi. PLN membuka diri untuk bekerja sama baik dari sisi investasi, financial fund, maupun sharing teknologi untuk mewujudkan semua rencana tersebut," ujar Darmawan.
Sejauh ini, PLN telah memperoleh dukungan finansial dari sejumlah perbankan internasional dalam mendukung pembangunan pembangkit ramah lingkungan.
Baca juga : Pesona Gibran Sampai Ke Paris
Salah satunya, dukungan pendanaan dari sindikasi tiga bank internasional yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale dan Standard Chartered Bank untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Cirata, yang merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 145 MWAc.
Bahkan, PLN juga mendapatkan kucuran pendanaan senilai 380 juta dolar AS (setara Rp 5,7 triliun) dari International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), yang merupakan bagian dari World Bank Group untuk proyek PLTA Upper Cisokan, melalui skema Subsidiary Loan Agreement (SLA).
“Di tengah periode likuiditas dan pasar pinjaman yang serba sulit, PLN berhasil mengupayakan tercapainya efisiensi biaya dengan menerapkan struktur yang dirancang untuk menarik kreditur internasional,” pungkas Darmawan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya