Dark/Light Mode

Semester I-2022, Pegadaian Kantongi Laba Rp 1,77 T

Kamis, 21 Juli 2022 12:58 WIB
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan. (Foto: ist)
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pegadaian sukses mengantongi laba bersih sebesar Rp 1,77 triliun pada semester I-2022. Jumlah tersebut meningkat 36,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,30 triliun.

Kenaikan laba tersebut didukung oleh pendapatan usaha perusahaan mengalami kenaikan sebesar secara year on year (yoy) dari Rp 10,44 triliun per 30 Juni 2021 menjadi Rp 10,86 triliun per 30 Juni 2022. Sementara aset Pegadaian tercatat sebesar Rp 67,8 triliun naik menjadi Rp 68,4 triliun.

Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, berterima kasih kepada seluruh nasabah yang tetap loyal menggunakan produk Pegadaian hingga saat ini. Selain itu, Damar juga mengapresiasi para karyawan yang telah bekerja keras, sehingga kinerja perusahaan dapat tumbuh positif.

Baca juga : Kuartal 1 2022, Pembiayaan Hijau Bank Mandiri Capai Rp 209,8 T

“Tentu pencapaian ini tidak akan berhasil tanpa dukungan nasabah setia Pegadaian dan seluruh Insan Pegadaian, yang telah bekerja keras tanpa kenal lelah untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan,” ucapnya, Kamis (21/7).

Pertumbuhan kinerja perusahaan yang semakin baik, sambung Damar, turut didorong oleh peningkatan jumlah nasabah Pegadaian sebesar 11,11 persen dari 18 juta orang pada Juni 2021 menjadi 20 juta orang pada Juni 2022. 

“Insya Allah, pencapaian kinerja positif yang berhasil diraih oleh perusahaan saat ini, akan menjadi motivasi bagi seluruh Insan Pegadaian untuk terus mencatatkan kinerja lebih baik lagi di masa mendatang,” yakinnya.

Baca juga : Sikat Andalan Tuan Rumah, Komang Lolos Babak 16 Besar

Pegadaian kata Damar, juga berkomitmen untuk terus melanjutkan program transformasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi digital.

Ia pun mengaku optimistis dengan pertumbuhan bisnis Pegadaian. Menurutnya, saat ini kegiatan perekonomian relatif tumbuh di masyarakat.

Hal ini ditandai dengan naiknya outstanding pinjaman tumbuh 5,13 persen dari Rp 52,42 triliun per Juni 2021 menjadi Rp 55,11 triliun pada Juni 2022.

Baca juga : Semester I 2022, Pelanggan Kereta Api Naik 42 Persen

Damar menyatakan, melalui Holding Ultra Mikro (UMi) tiga entitas, yaitu BRI, Pegadaian dan PNM juga semakin memperluas jangkauan co-location Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM) di sejumlah daerah di Indonesia. Saat ini, tercatat terdapat lebih dari 600 outlet SenyuM yang siap melayani para pelaku usaha untuk mendapatkan pembiayaan yang mudah, murah, cepat dan aman.

Pegadaian juga secara serentak mulai semester II-2022 ini menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah di 4.086 outlet di seluruh Indonesia. Plafon pinjaman yang diberikan mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 10 juta per nasabah. Biaya pengelolaan (mu’nah) yang dikenakan cukup murah yakni sebesar 6 persen per tahun.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.