Dewan Pers

Dark/Light Mode

Endus Potensi Kenaikan Investasi Dan Perdagangan

Pebisnis Bentuk KIKT Kawal Investor China

Senin, 25 Juli 2022 06:30 WIB
Pengurus Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) berfoto bersama Menko Marvest Luhit Binsar Panjaitan, Ketua KIKT Boy Thohir, Anggota KIKT Maruarar Sirait dalam acara Perkenalan dan Silaturahmi Pengurus KIKT di Jakarta, Sabtu (23/7/2022). (Foto: Istimewa).
Pengurus Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT) berfoto bersama Menko Marvest Luhit Binsar Panjaitan, Ketua KIKT Boy Thohir, Anggota KIKT Maruarar Sirait dalam acara Perkenalan dan Silaturahmi Pengurus KIKT di Jakarta, Sabtu (23/7/2022). (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerja sama perdagangan dan investasi China dan Indonesia diramal akan terus meningkat. Untuk mengawal potensi itu, pelaku usaha di dalam negeri membentuk Komite Indonesia Tiongkok (KIKT).

Ketua Kadin Komite Indone­sia Tiongkok (KIKT), Garibaldi Thohir mengatakan, komite ini merupakan salah satu komite strategis bagi Kamar dan Dagang Industri (Kadin) Indonesia.

Nilai perdagangan Indonesia dengan China pada 2021 men­capai lebih dari 100 miliar dolar AS atau meningkat 40 persen dari tahun sebelumnya.

Boy Thohir-sapaan akrab Garibaldi Thohir mengatakan, perdagangan tersebut diprediksi terus meningkat tahun ini. Total perdagangan Indonesia dan China periode Januari- Mei 2022 telah mencapai hampir 50 miliar dolar AS atau naik 27,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021.

“KIKT berkomitmen untuk bahu membahu dengan Pe­merintah memastikan investor Tiongkok dapat menjalankan bisnisnya dengan baik, mendap­atkan mitra terbaik di Indonesia, dan meningkatkan ekspor Indo­nesia ke Tiongkok,” ujar Boy dalam keterangan resminya di acara perkenalan dan silaturahmi pengurus KIKT, kemarin.

Bos Adaro Energy ini men­jelaskan, KIKT akan berusaha mempererat people to people diplomacy dengan China, mela­lui kerja sama UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), seni budaya, entertainment, dan food diplomacy.

Berita Terkait : Khusus Desa Mandiri, Mendes PDTT Siap Ajukan Regulasi Dana Desa Untuk Rehab Kantor Desa

Ia berharap, hubungan baik yang terjalin antara Indonesia-China selama lebih dari 70 tahun akan terus membaik. Khusus­nya dalam hubungan ekonomi. Sehingga dapat mendukung Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan dan melakukan transformasi ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Indonesia telah melaku­kan transformasi ekonomi men­jadi lebih efisien, maju, dan tidak terlalu bergantung pada komodi­tas dalam 8 tahun terakhir.

Menurut Luhut, hal ini dica­pai melalui hilirisasi industri, peningkatan efisiensi melalui digitalisasi, dan transformasi perdesaan.

Melalui upaya transformasi ekonomi yang konsisten, kata Luhut, ekonomi Indonesia se­langkah lagi menuju menjadi negara maju.

Dalam satu dekade ke depan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dapat meningkat hing­ga 3,0 triliun dolar AS dengan pendapatan per kapita di kisaran 10 ribu dolar AS.

 

“Ketahanan ekonomi Indone­sia didorong oleh proses trans­formasi ekonomi yang juga harus memperhatikan aspek lingkungan. Indonesia mendapat transfer teknologi, added value, penciptaan lapangan kerja untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Berita Terkait : BNPT Gandeng Educational Initiatives

Luhut menilai, transformasi ekonomi juga membuat pemerataan ekonomi khususnya di daerah luar Jawa. Contohnya, Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), ka­wasan industri hijau di Kaliman­tan Utara (Kaltara), dan hilirisasi EV Battery Supply Chain.

Luhut menegaskan, hilirisasi industri membuat pembangunan menjadi lebih merata dan men­dorong industrialisasi di wilayah timur Indonesia.

Potensi pengembangan hilirisasi industri di Indonesia se­makin banyak dan dapat dilaku­kan secara multi-partit dengan kerja sama multi negara.

Kadin Roadshow B20

Ketua Umum Kadin Indone­sia Arsjad Rasjid mendukung pembentukan komitmen kerja sama antara Indonesia dan China.

Arsjad menyatakan siap mem­berikan bantuan untuk men­dukung kelancaran kerja sama bilateral kedua negara.

Berita Terkait : Bamsoet Minta Para Pihak Tahan Diri dan Percayakan Ke Timsus Bentukan Kapolri

Selain pembentukan komit­men ini, Arsjad mengaku akan melakukan Roadshow B20 ke Beijing, China pada 25-27 Juli 2022.

Roadshow ini, lanjut Arsjad, sebagai upaya meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan China. Serta mengajak bisnis komunitas di China untuk berpartisipasi dalam kegiatan acara Bisnis Forum B20.

“Kadin berharap ke depan­nya hubungan antara Indone­sia dan China akan semakin baik. Serta saling menguatkan perekonomian satu sama lain demi terwujudnya pemulihan ekonomi global yang inklusif,” ujarnya. [KPJ]