Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mendag Yakin Pesanan Bakal Melonjak 56 Kali Lipat

Beli Sembako Di Pasar Bisa Lewat Tokopedia

Selasa, 26 Juli 2022 06:30 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Foto: Biro Humas Kemendag).
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan. (Foto: Biro Humas Kemendag).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng Tokopedia untuk mengimplementasikan program digitalisasi pasar tradisional. Acara tersebut digelar di Pasar Baru Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampai­kan, digitalisasi perdagangan di pasar tradisional akan memudah­kan transaksi antara penjual dan pembeli secara daring.

Menurutnya, Ibu-ibu yang ma­las berbelanja ke pasar bisa ber­transaksi jual beli dari rumah.

“Belanja sembako lewat Toko­pedia mempermudah ibu-ibu belanja dari rumah tanpa perlu repot ke pasar. Tentu dengan har­ga yang tetap terjangkau,” kata Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan, saat membuka kegiatan Imple­mentasi Pemanfaatan Digitalisasi Dalam Sistem Pembayaran dan Distribusi.

Berita Terkait : Jejak Pembangunan Kapal MV Iriana Patut Ditiru Perusahaan Lain

Menurutnya, dengan perda­gangan secara daring, proses jual beli yang dilakukan peda­gang dan pembeli menjadi lebih efisien. “Pesanan bisa naik 56 kali lipat,” imbuhnya.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyam­paikan, pemanfaatan digitalisasi dalam sistem pembayaran dan distribusi sangat diperlukan untuk memasarkan komodi­tas. Khususnya sembako ke masyarakat yang lebih luas.

Dia mencontohkan, melalui jualan daring, komoditas per­tanian di Jawa Barat seperti ketela atau ubi, dapat dibeli langsung oleh pembeli di luar Pulau Jawa.

Menurutnya, digitalisasi per­dagangan juga berdampak pada efisiensi rantai pasok distribusi barang. Sehingga membuat har­ga menjadi lebih kompetitif.

 

Berita Terkait : Kalau Ganjar Dipecat, Ratingnya Bisa Loncat

“Selama ini kita panen terus, tidak ada yang beli karena tidak tahu jualnya ke mana. Nah, digitalisasi ini mempermudah dan memperpendek rantai dis­tribusi,” ujarnya.

Dalam upaya transformasi pasar tradisional itu, Zulhas menargetkan kisah sukses pasar yang menggunakan sistem digital agar ditularkan ke pasar lain.

“Kami di Kementerian Per­dagangan pasang target sejuta pemberdayaan pedagang yang terhubung secara digital,” ujar Zulhas.

Dia juga berharap, sistem digitalisasi pasar tradisional bisa diterapkan di seluruh wilayah di Pulau Jawa untuk tahap perta­ma. Jika sukses, sistem tersebut bisa diterapkan di pulau-pulau lainnya.

Berita Terkait : Pelonggaran Prokes Bakal Kerek Mobilitas Wisatawan

Co-Founder & Vice Chairman Tokopedia Leontinus Alpha Edi­son mengatakan, pihaknya sudah bekerja sama dengan 10 pasar tradisional untuk menerapkan sistem digitalisasi.

Menurutnya, semua pedagang bisa mengakses sistem tersebut dengan mudah. Namun, jika me­merlukan pendampingan, pihaknya bakal siap membantu penerapan sistem digital tersebut.

“Order tahun 2021 naik seki­tar 56 kali dibandingkan tahun 2020. Sedangkan penjualan ta­hun 2021, naik hingga 92 persen dibandingkan tahun 2021,” ungkap Leontinus. [NOV]