Dark/Light Mode

Lama Vakum, Eksekutif Keuangan Perbankan Kembali Gelar Ketoprak Financial

Sabtu, 30 Juli 2022 21:27 WIB
Pagelaran ketoprak financial yang disutradari Aries Mukadi membawakan lakon Ken Dedes: Harta, Tahta, Cinta di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (29/7). (Foto: Istimewa)
Pagelaran ketoprak financial yang disutradari Aries Mukadi membawakan lakon Ken Dedes: Harta, Tahta, Cinta di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat (29/7). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Tahta Berlumur Darah

Lakon “Ken Dedes: Harta, Tahta, Cinta” diangkat dari sejarah berdirinya Kerjaan Singasari pada tahun 1222 Masehi. Ken Arok (diperankan oleh Anggoro E. Cahyo) adalah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Singasari atau Kerajaan Tumapel dengan gelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi yang memerintah dari tahun 1222 sampai 1227 Masehi.

Dinasti Rajasa yang di kemudiaan hari menurunkan raja-raja di Tanah Jawa ini dimulai dari pengabdian Ken Arok muda kepada Tunggul Ametung (diperankan oleh Haryanto T. Budiman), seorang akuwu di Tumapel. Di tengah pengabdiannya ini, dia tergoda oleh kecantikan Ken Dedes (diperankan oleh Alexandra Askandar), istri Tunggul Ametung.

Padahal, Ken Arok sudah mempunyai istri, Ken Umang (diperankan oleh Lies Permana). Ken Arok yang sejak kecil dibuang oleh orangtuanya dan diasuh oleh seorang maling itu semakin tergoda untuk memiliki Ken Dedes setelah mendengarkan ramalan Brahmana Lohgawe.

Baca juga : Mendag Zulhas Fokus Pada Perbaikan Harga Komoditas Di Tingkat Petani

"Siapa pun yang mengawini Ken Dedes akan menguasai Kediri dan menurunkan raja-raja di Tanah Jawa," kata Lohgawe.

Ken Arok pun merencanakan siasat jahat. Dia memesan keris kepada pandai besi terkenal bernama Mpu Gandring. Rencananya, keris itu akan dia gunakan untuk membunuh Ametung. Tak sabar menunggu Mpu Gandring menyelesaikan kerisnya, Ken Arok langsung merebut keris yang baru setengah jadi itu, dan menusukkan ke dada pembuatnya hingga meregang nyawa.

Namun, sebelum meninggal, Mpu Gandring mengucapkan wasiat yang menjadi petaka bagi anak-keturunan Ken Arok kelak. "Ken Arok ingatlah, keris ini akan memakan nyawa tujuh raja-raja di Tanah Jawa," ujar Mpu Gandring.

Keris sakti setengah jadi itu di kemudian hari dikenal sebagai Keris Mpu Gandring. Sebelum melancarkan aksinya, Ken Arok sengaja meminjamkan Keris Mpu Gandrung kepada Kebo Ijo (diperankan oleh Fathan Subchi), seorang punggawa di Tumapel.

Baca juga : Erick Dukung Kejagung Selesaikan Kasus Blast Furnace

Mendapat pinjaman keris, Kebo Ijo memamerkan kerisnya itu kepada setiap orang. Dia tidak tahu sedang dalam perangkap tipu daya Ken Arok. Benar saja, di suatu malam, Ken Arok secara diam-diam mengambil kerisnya dari Kebo Ijo, dan menggunakan untuk membunuh Tunggul Ametung yang sedang tidur.

Keris dibiarkan menancap di dada Tunggul Ametung. Kematian Tunggul Ametung menghebohkan Tumapel. Dan, Kebo Ijo menjadi terdakwa utama. Dengan siasat liciknya, Ken Arok langsung menangkap Kebo Ijo dan membunuhnya dengan Keris Mpu Gandring.

Kematian Tunggul Ametung melempangkan jalan Ken Arok untuk memperistri Ken Dedes dan menguasai Tumapel. Setelah mengukuhkan diri sebagai Akuwu Tumapel, Ken Arok menikahi Ken Dedes yang sedang mengandung anak Tunggul Ametung, yang kelak diberi nama Anusapati.

Ambisi Ken Arok semakin membara setelah menjadi penguasa di Tumapel. Setelah menyusun pasukan, dia memberontok ke Kerajaan Kediri dan berhasil membunuh Raja Kertajaya dalam pertempuran Ganter.

Baca juga : Ketua MPR Dorong Pembentukan Karakter Generasi Muda Berjiwa Pancasila

Setelah itu, Ken Arok menyatakan Tumapel sebagai kerajaan merdeka yang lepas dari Kediri. Ken Arok menjadi raja pertama Kerajaan Tumapel atau lebih dikenal sebagai Kerajaan Singasari dengan gelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi dan dinastinya disebut Dinasti Rajasa.

Ken Arok hanya lima tahun memerintah Kerajaan Singasari. Tahun 1227 Masehi dia dibunuh dengan keris Mpu Gandring oleh Anusapati yang akhirnya tahu siapa pembunuh ayahnya. Dari perkawinannya dengan Ken Dedes, Ken Arok mempunyai empat orang anak, yaitu Mahisa Wonga Teleng, Apanji Saprang, Agnibhaya, dan Dewi Rumbu.

Sedangkan dari Ken Umang, Ken Arok memiliki empat anak, yaitu Tohjaya, Panji Sudhatu, Tuan Wergola, dan Dewi Rambi. Ken Arok disebut sebagai pendiri Dinasti Rajasa, yaitu dinasti yang menurunkan raja-raja Singasari dan Majapahit. Selain itu, raja Demak, Pajang, dan Mataram Islam, juga merupakan keturunan Dinasti Rajasa. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.