Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jaga Daya Saing Lokal
Produk Asing Yang Dijual Online Bakal Diperketat
Kamis, 18 Juli 2019 11:03 WIB
Sebelumnya
Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung mengatakan, fenomena ini berhubungan dengan pasar Indonesia yang besar dan ditambah lagi bahwa banyak platform e-commerce beroperasi di Indonesia.
“Market Indonesia yang cukup besar sehingga banyak barang China yang masuk e-commerce Indonesia,” kata Ignatius.
Ignatius mengakui, produk dari China dikenal dengan harganya yang murah. Namun, dia mengatakan secara kualitas, barang dari China sudah sesuai standar internasional berdasarkan harga yang ditawarkan.
Baca juga : Pertamina Ekspor Smooth Fluid Produksi Kilang Balikpapan Ke Aljazair
Terkait dengan ongkos kirim yang murah, Ignatius mengatakan hal ini juga menjadi tanda tanya bagi asosiasinya. Dia memberikan dua kemungkinan. Pertama, pemerintah di sana memberikan subsidi harga saat pengiriman.
Menurut Ignatius, barang dari China yang dibeli, sebagian besar bernilai di bawah 75 dolar AS atau sekitar Rp 1 juta (asumsi kurs Rp 14.000/dolar AS) sehingga tidak dikenakan bea masuk. “Atau memang ongkos kirim dari China memang benarbenar murah,” ucapnya.
Menurut dia, murahnya harga barang impor ini bisa mempengaruhi pelapak lokal. Hanya saja, untuk barang dalam negeri perlu ada terobosan dalam biaya produksi.
Baca juga : Gandeng Bukalapak, Apkasi Online-kan UKM Daerah
Dia menilai, barang lokal yang diproduksi dengan biaya tinggi berbeda dengan China yang sudah mampu memproduksinya secara efisien dan massal.
“Ini harus dilakukan bertahap. Proteksi di perdagangan, tapi pelan-pelan dilepas ketika manufaktur (lokal) sudah bisa dilakukan,” ucap Ignatius.
Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezki Yanuar menjelaskan, data internal pihaknya hanya 5 persen barang dari luar negeri yang ada di Shopee.
Baca juga : Darmin Ingatkan 1 Juli Harga Tiket Turun Beneran
“Fokus kami sedari dulu tidak berubah, yakni mengembangkan UMKM negara setempat agar lebih melek digital,” ujar Rezki.
Terkait ongkos kirim, dia mengatakan biaya akan disesuaikan dengan tempat barang berasal. Jika lokasi barang di luar negeri, maka waktu dan ongkos kirim akan disesuaikan dan diberitahukan kepada pembeli terlebih dahulu. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya