Dewan Pers

Dark/Light Mode

Eksklusif Dengan Direktur Utama PT Krakatau Steel

Obati Perusahaan Sekarat Jadi Sehat 

Jumat, 23 September 2022 07:01 WIB
Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kanan) melakukan wawancara podcast dengan Dirut Rakyat Merdeka Kiki Iswara di Jakarta, Selasa (13/9). (FOTO: KHAIRIZAL ANWAR / RM)
Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk Silmy Karim (kanan) melakukan wawancara podcast dengan Dirut Rakyat Merdeka Kiki Iswara di Jakarta, Selasa (13/9). (FOTO: KHAIRIZAL ANWAR / RM)

 Sebelumnya 
Menurutnya, dukungan pemerintah, terutama Menteri BUMN Erick Thohir, sangat besar untuk transformasi Krakatau Steel. Secara berkala, Kementerian BUMN memantau tahap demi tahap proses pencapaiannya.

“Persoalan Krakatau Steel semata-mata bukan hanya internal. Ada juga di lintas kementerian yang membutuhkan atensi tinggi,” tutur Silmy.

Dia yakin, industri baja tanah air sangatlah menjanjikan. Industri ini, dia sebut sebagai mother of industry. Pembangunan infrastruktur akan beriringan dengan perkembangan industri baja. 

Berita Terkait : ASN Makin Mudah Punya Rumah

“Kita ini masuk G20, dan diprediksi menjadi kekuatan ekonomi nomor 5 dunia. Dan, seluruh negara besar itu, punya industri baja yang kuat,” katanya.

Apalagi, beberapa tahun terakhir, perhatian pemerintah ada pada sustainability economic growth (pertumbuhan ekonomi berkelanjutan) menghasilkan industri yang bernilai tambah. 

“Kita harus membiasakan diri. Kalau mau jadi negara besar, ya harus mau membangun industri. Dalam industri ada pertambahan nilai. Bisa membuka lapangan kerja, menghemat devisa,” papar Silmy.

Berita Terkait : Sahabat Sandi Beri Pelatihan Wirausaha Hingga Gerobak Gratis 

Peran Krakatau Steel adalah mendorong dan mensukseskan program-program pemerintah. Salah satunya, ikut berkontribusi pada pembangunan Ibu Kota Negara baru di Kalimantan.

Bagaimana upaya Krakatau Steel menekan impor baja? Menurut Silmy, rata-rata impor baja saat ini 5 juta ton per tahun. Yang langsung bersaing dengan produk Krakatau Steel ada di kisaran 3 juta ton.

“Dari jumlah 3 juta ton saingan kita itu, dengan dukungan dari Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, mudah-mudahan bisa kita turunkan 50 persen,” harapnya. 

Berita Terkait : PUPR Dorong Infrastruktur Perkotaan Berkelanjutan Atasi Perubahan Iklim

Caranya, dengan menjaga daya saing, layanan dan inovasi produknya. Jangan sampai hanya berlomba-lomba bikin produk murah. “Kalau itu terjadi, nanti pelanggan yang jadi korban,” ujarnya.
 Selanjutnya