Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buka Banyak Lapangan Kerja

Pengamat Dukung Erick Thohir Bangun Kolaborasi MIND ID Dan Arrival

Rabu, 5 Oktober 2022 13:07 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia menggandeng perusahaan asal Inggris, Arrival Ltd.

Kolaborasi MIND Id dengan Arrival itu untuk mengembangkan pabrik mikro baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia dan Asia Tenggara.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan kerja sama antara MIND ID dan perusahaan asal Inggris, Arrival Ltd, mampu menyerap lapangan kerja baru di Indonesia.

Pengamat Ekonomi Unika Atma Jaya Rosdiana Sijabat mendukung kolaborasi tersebut. Ia memuji kejelian Erick Thohir dalam melihat kepentingan strategis nasional.

Berita Terkait : Jadi Kunci Kemenangan Pilpres 2024, Erick Thohir Punya Berbagai Modal

“Adanya rencana main ID bekerja sama dengan sebuah perusahaan dari Inggris perusahaan ini bergerak di bidang baterai kendaraan listrik, saya kira ini kerja sama yang sangat strategis apabila ini bisa dilakukan dan saya kira Pak Erick Thohir jeli ya untuk melihat kepentingan strategis untuk ketahanan energi kita di masa mendatang,” kata Rosdiana, Rabu (5/10).

Dia mengatakan, di tengah krisis energi secara global ini, pemerintah harus berpikir secara strategis dan berorientasi jangka panjang untuk masa depan ketahanan energi di Indonesia.

“Maka salah satu strategi untuk bekerja sama dengan perusahaan asing yang sudah punya kemampuan teknologi market dan lain-lain di bidang itu adalah sesuatu yang bagus selain membidik penciptaan lapangan kerja di dalam negeri tentunya,” ucap Rosdiana.

Menurutnya, dengan berkolaborasi dalam pengembangan industri otomotif nasional berbasis listrik antara BUMN dan Arrival Ltd itu pengembangan industri otomotif berbasis listrik di Indonesia dinilai akan lebih mudah tercapai.

Berita Terkait : Sahabat Sandi Bantu Ratusan Pembudidaya Ikan Lewat Pelatihan

“Karena kita terbantu secara permodalan, teknologi, ahli kemudian risiko bisnis kita bisa minimal kan. Karena kita dengan bekerja sama dengan pelaku pada industri yang sama itu artinya kita sedikit mengurangi risiko kita secara bisnis,” jelasnya.

Kerja sama itu juga dinilainya merupakan upaya strategis untuk kepentingan jangka panjang dalam mempersiapkan konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik yang lebih murah dan nyaman bagi masyarakat.

“Mempersiapkan produksi mobil listrik dengan harga yang lebih affordable, misalkan karena teknologi yang kita bisa share dengan perusahaan dari Inggris ini kemudian harga mobil listrik itu lebih affordable begitu bagi masyarakat kita,” lanjutnya.

Jika jika nantinya hal itu bisa direalisasikan, Rosdiana berharap, Indonesia menjadi pemain utama minimal di Kawasan Asia Tenggara.

Berita Terkait : Marcellus Hakeng: Ayo Dukung TNI AL Bangun Kejayaan Maritim

“Ini akan menjadi salah satu cara kita untuk pemain utama di kawasan Asia tenggara seperti yang diinginkan oleh Erick Thohir tetapi salah satu yang terpenting adalah memang sudah seharusnya holding BUMN kita memang mencari kerjasama strategis yang itu penting untuk sektor-sektor energi kita di masa sekarang maupun di masa yang akan datang,” beber dia. 
 Selanjutnya