Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pembangunan MRT Fase 3, Lembaga Keuangan Internasional Siap Kucurkan Dana

Kamis, 25 Juli 2019 19:58 WIB
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. (Foto: Istimewa).
Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT MRT Jakarta mengungkapkan ada 3 lembaga keuangan Internasional yang berminat memberikan pinjaman untuk membiayai pembangunan MRT Fase 3, Kalideres-Ujung Menteng sepanjang 31,7 km. Namun, ketiga lembaga itu meminta adanya penjaminan dari pemerintah.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan ketiga lembaga itu yakni JICA, Asian Development Bank dan Asian Infrastructure Investment Bank. Total pinjaman yang akan diberikan yakni Rp 53 triliun.

Berita Terkait : Soal Penanganan Uighur, China Kecam Campur Tangan Australia Cs

William mengatakan, ketiga lembaga itu membutuhkan penjaminan dari pemerintah. Penjaminan ini sangat mungkin dilakukan sebagaimana Penjaminan Kementerian Keuangan untuk pinjaman PLN dan penjaminan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia terhadap pinjaman PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation.

Menurutnya, pinjaman kepada lembaga keuangan internasional tersebut sangat diperlukan mengingat dalam kebutuhan dana untuk menambah jaringan MRT Jakarta sangat besar.

Berita Terkait : Besok Ada Jakarta Internasional Milo Run, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

“Target jaringan MRT Jakarta sampai 2029 sepanjang 231 kilometer dengan total anggaran Rp 250 triliun. Karena itulah dibutuhkan sumber pendanaan selain dari APBN dan APBD seperti Investasi, KPBU dan Direct Landing,” kata William di Jakarta, Kamis (25/7).

Ditegaskannya, untuk mencapai target 231 KM jaringan MRT tidak bisa menggunakan cara seperti sekarang. Yakni, dalam waktu 10 tahun hanya terealisasi fase 1 dan 2 sepanjang 29,2 km. Perlu percepatan yakni proyek dikerjakan secara pararel.

Berita Terkait : Kaum Milenial Sumbar Curhat ke DPD

“Kami berharap setiap tahun ada pengerjaan proyek baru. Fase 3 sampai 10. Karena itu membutuhkan anggaran yang sangat besar dalam waktu yang cepat,” pungkasnya. [MRA]