Dark/Light Mode

Sukses Produksi Vaksin Covid-19

Bio Farma Sebanding Dengan Negara Maju

Jumat, 21 Oktober 2022 07:30 WIB
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi (dari kiri) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir menekan tombol bersama pada Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp).
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi (dari kiri) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir menekan tombol bersama pada Peluncuran dan Penyuntikan Perdana Vaksin IndoVac di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp).

 Sebelumnya 
Selain itu, Indovac merupakan produk dalam negeri hasil karya anak bangsa dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mencapai 90 persen. Karenanya, sesuai arahan Kementerian BUMN, vaksin ini tidak hanya akan digunakan di Indonesia saja.

“Kini, saatnya Indonesia membantu penanganan pandemi di dunia, mengingat masih terdapat kesenjangan supply vaksin Covid-19 di dunia,” terangnya.

Pada Jumat (14/10), Honesti menjelaskan, Bio Farma terus bekerja sama dengan berbagai universitas di dalam negeri melakukan uji klinis Indovac. Baik untuk vaksinasi usia 12-17 tahun, maupun untuk usia di bawah 12 tahun.

Dia memastikan, vaksin Indovac untuk vaksinasi primer (dosis 1 dan 2) untuk usia dewasa (18+) telah mendapatkan Use Emergency Authorization (EUA) atau izin penggunaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 24 September 2022.

Setelah itu, pihaknya telah melaksanakan uji klinis Indovac untuk vaksinasi lanjutan atau penguat (booster) sejak 1 September-10 Oktober 2022.

Baca juga : Bos AP II: Kuncinya Sinergi & Kolaborasi

“Hasil uji itu telah diajukan ke BPOM untuk ditinjau kelayakannya,” katanya.

Saat ini, perseroan menunggu keputusan BPOM untuk EUA Vaksin Indovac booster dewasa, yang diharapkan keluar akhir Oktober 2022.

Tak berhenti sampai di situ, Bio Farma juga terus mengembangkan Indovac agar dapat diterima sebagai vaksin Covid-19 untuk anak usia 12-17 tahun. Karenanya, uji klinis untuk kelompok usia itu telah berlangsung sejak 6 Oktober 2022.

Dia berharap, UEA Indovac untuk vaksinasi anak (12-17 tahun) akan diterbitkan BPOM pada awal Desember 2022.

Menurutnya, dari uji klinis hasil kerja sama para ilmuwan Bio Farma, yang menggandeng peneliti dari berbagai universitas di Indonesia, terlihat data ilmiah Indovac memiliki keamanan yang baik, memiliki efektivitas yang lebih bagus dari vaksin pembanding dengan efikasi di atas 80 persen, serta halal.

Baca juga : Prioritaskan Produk Dalam Negeri, 2 Vaksin Covid-19 Siap Dipasarkan

“Kalau memang diperlukan, kami siap melakukan uji klinis vaksinasi untuk anak usia 11 tahun ke bawah,” akunya.

Sebelumnya, pada saat peluncuran vaksin Indovac, Presiden Jokowi menyampaikan, selama ini Bio Farma telah memproduksi berbagai jenis vaksin hingga tiga miliar dosis, yang telah diekspor ke 153 negara.

Jokowi bilang, Bio Farma adalah produsen vaksin yang masuk lima besar dunia. Bio Farma memproduksi bermacam-macam vaksin, seperti polio, difteri, meningitis, flu, campak dan terakhir vaksin Covid-19.

Selain itu, keberhasilan Bio Farma memproduksi Indovac merupakan kerja keras sumber daya manusia muda. Sehingga Bio Farma diminta untuk terus berinovasi lagi ke depannya.

Di kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, selain ketahanan pangan dan energi, sektor kesehatan juga penting bagi Indonesia.

Baca juga : Dubes China Resmikan Pabrik Vaksin Covid-19 Bersama Jokowi

Apalagi di era yang penuh dengan ketidakpastian global saat ini. Sehingga penting bagi Indonesia mandiri dan berdaulat.

“Bagaimana kita bisa mulai produksi vaksin, ini langkah awal. Selanjutnya, Bio Farma harus mengembangkan Research and Development-nya,” pintanya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.