Dark/Light Mode

Tangkal Hoaks, Menkeu Gandeng Youtuber

Selasa, 30 Juli 2019 08:16 WIB
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Foto: Istimewa)
Menkeu Sri Mulyani Indrawati (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, berdasarkan Global Open Data Index 2018, Indonesia baru menduduki peringkat 61 dari 94 negara terkait keterbukaan informasi ke publik. 
Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura yang sukses mencapai peringkat 13, Thailand peringkat 51, dan Fillipina berada pada peringkat ke 53. 

Karena itu, wanita yang akrab disapa Ani itu meminta jajarannya di Kementerian Keuangan untuk memberikan informasi dan data yang valid, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bentuk implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan Kementerian Keuangan. 

“Saya paling tidak suka kalau pejabat sifatnya pasif, hanya untuk memenuhi aturan saja. Saya harap di Kemenkeu dan kementerian lembaga lain punya passion. Pejabat harus selalu menambah wawasan karena keterbukaan informasi bukan hanya soal akses informasi bagi masyarakat. Namun juga terkait dengan pertarungan melawan disinformasi atau hoaks,” katanya dalam Seminar Keterbukaan Informasi Publik 2019 di Gedung Kementerian Keuangan Jakarta, kemarin. 

Baca juga : Kembangkan Pariwisata, Ancol Gandeng Jakarta Tourism Forum

Meski begitu, Ani menekankan jika keterbukaan informasi ke publik bukan tanpa tantangan. Apalagi mengenai keuangan negara seperti yang dikelola jajarannya. Sebab, bisa saja angka yang disampaikan ke publik pesannya tidak sampai. 

Menurutnya, bisa saja karena malas membaca atau karena memang tidak tahu cara membacanya. Sehingga, baginya, tantangan lebih besar ialah tidak sekadar mengunggah data, melainkan memberikan edukasi makna data itu. 

“Tidak hanya keterbukaan informasi. Namun paketnya adalah mengedukasi, karena banyak orang yang tidak tahu bahkan membaca tabel APBN, bagaimana menginterpretasikan itu. Makanya, kami dalam keterbukaan informasi mengharuskan dan meningkatkan kapasitas analisa kuantitatifnya,” paparnya. 

Baca juga : Rangkul Indonesia, Pemuda Ethiopia Dorong Riset Pertanian

Untuk menyebarkan informasi yang akurat dan terpercaya sebagai lembaga keuangan, Ani menerangkan bahwa Kemenkeu akan menggandeng sejumlah influencer seperti youtuber dan selebgram untuk menyebar informasi seputar keuangan negara. 

“Kami akan gunakan influencer juga agar masyarakat punya appetite atas informasi-informasi keuangan negara. Sehingga mereka tak dihinggapi informasi yang salah,” ujar Ani. 

Ia menilai, informasi yang beredar pada masyarakat sering kali tak sesuai dengan yang seharusnya alias hoaks, yang kemudian digunakan untuk menyebar kebohongan. 

Baca juga : Hoaks, Ganjil Genap Untuk Sepeda Motor

“Hal ini harus diantisipasi agar tidak membuat masyarakat terpecah belah. Kita akan terus menerus meminta kepada seluruh stakeholder yang bisa influence keseluruhan berita dengan baik dan benar,” tegas Menkeu. [NOV]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.