Dark/Light Mode

Komit Terapkan Transformasi Dan AKHLAK

Fondasi BUMN Kokoh Hadapi Resesi Ekonomi

Jumat, 4 November 2022 07:30 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara).
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
Permasalahan utang ini tidak terlepas dari dampak Covid-19. Serta beberapa proyek penugasan Pemerintah kepada BUMN yang membutuhkan biaya besar.

Hal lain yang patut diwaspadai, sambung Toto, adalah kondisi resesi ekonomi global yang sudah terjadi. Hal ini berpotensi memberikan dampak negatif pada korporasi termasuk BUMN.

Kondisi resesi ini terjadi sebagai dampak melemahnya ekonomi di Amerika Serikat, China, dan Eropa yang menyebabkan menurunnya sisi demand dan kenaikan inflasi, serta melemahnya nilai tukar rupiah.

Baca juga : Gencar Transformasi, Laba BTN Meroket 50,11 Persen

Menurutnya, harga komoditas yang meroket di dua tahun terakhir bisa terdampak akibat mulai melemahnya permintaan di tahun depan. Demikian pula perusahaan negara yang mengandalkan impor bahan baku dan penjualan dominannya berada di wilayah domestik, akan terancam dengan fluktuasi nilai tukar. Maka upaya meminimalisir risiko misalnya dengan proses hedging (lindung nilai) sangat penting dilakukan.

Namun, dia melihat Pemerintah masih optimistis, Indonesia akan masuk sebagian kecil negara yang tetap bisa tumbuh di tengah kemuraman ekonomi dunia ke depan. Pertumbuhan ekonomi masih bisa dicapai pada kisaran 5 persen di 2023.

“Kesempatan ini sepatutnya bisa dimanfaatkan BUMN untuk terus berbenah dan meningkatkan daya saing supaya mampu bersaing di pasar global,” imbau Toto.

Baca juga : HUT Ke-30, Adaro Energy Mantapkan Transformasi Di 3 Pilar Bisnis

BUMN juga dinilai memberi kontribusi positif atas perkembangan pasar modal di Indonesia. Para analis dan pakar pasar modal memberikan penghargaan pada Kementerian BUMN dalam Certified Securities Analyst (CSA) Awards 2022.

Menteri BUMN Erick Thohir berterima kasih atas apresiasi yang diberikan pelaku dan analis pasar modal atas kinerja BUMN selama ini. Ia bersyukur kinerja positif BUMN terjadi di pasar modal.

Seperti diketahui, tiga dari lima emiten terbesar nasional di pasar modal adalah BUMN, yakni BRI, Telkom Indonesia, dan Mandiri. Total terdapat 36 BUMN dan Entitas BUMN dalam Pasar Modal Indonesia.

Baca juga : Erick: BUMN Harus Jadi Pemain Global

“BUMN menyumbang 23 persen dari bursa. Artinya, kinerja BUMN dengan transformasi yang sudah didorong, baik itu lewat perbaikan dari manajemen atau adaptasi business model, telah menjadi kekuatan,” ucap Erick dalam keterangan resmi yang dikutip, Senin (31/10).

Menurut Erick, kinerja baik dari BUMN yang mampu berkontribusi secara signifikan terhadap pasar tak terlepas transformasi BUMN.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.