Dark/Light Mode

Jokowi Bicara Di Munas Hipmi

Awas, Salah Strategi Bisa Berdarah-darah

Selasa, 22 November 2022 06:35 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Munas HIMPI Tahun 2022, Senin (21/11/2022), di Solo, Jawa Tengah. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr).
Presiden Jokowi saat membuka Munas HIMPI Tahun 2022, Senin (21/11/2022), di Solo, Jawa Tengah. (Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr).

 Sebelumnya 
“Baru saja tadi pagi saya masuk ke pasar di Boyolali, saya cek harga-harga yang naik apa, harga yang stabil apa. Supaya kita dapat feeling-nya. Jangan keliru mem­buat kebijakan,” terangnya.

Jokowi juga menyampaikan, neraca perdagangan Indonesia selama 30 bulan berturut-turut se­lalu surplus. Sementara di negara lain, hal serupa tidak terjadi.

Baca juga : Jokowi: Hati-hati Bikin Kebijakan, Salah Sedikit, Bisa Berdarah-Darah

“Sekarang urusan BBM saja, pusing semuanya. Urusan pangan, kekurangan semuanya. Ini semua negara, kenaikan bisa 30 persen, 40 persen dan 50 persen. Ini stabilitas harga masih bisa kita pertahankan. Ini harus kita sampaikan agar optimis, tetapi harus tetap hati-hati waspada,” jelas Jokowi.

Jokowi mengatakan, Indo­nesia baru saja menyelesaikan Presidensi G20 di Bali. Hal itu amanat dan sebuah kehormatan besar dan Indonesia saat ini betul-betul berada di puncak kepemimpinan global. Pasalnya, Indonesia juga sebagai Ketua ASEAN.

Baca juga : KTT ASEAN, Jokowi Bicara Kunci Pemulihan Ekonomi di Asia Tenggara

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Tru­bus Rahadiansyah meminta Pemerintah mengeluarkan ke­bijakan pro rakyat, dan mampu mengurangi beban ekonomi masyarakat. Ini penting di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.

“Paling utama, kebijakan ketersediaan pangan dengan harga murah untuk menekan inflasi. Selain itu, bantalan sosial juga perlu ditingkatkan untuk men­jaga daya beli masyarakat,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Gus Halim: Batas Lintas Negara Di Belu NTT Sangat Strategis, Kita Bantu

Menurutnya, Pemerintah patut memperkuat sinergisitas kerja sama antardaerah dalam mem­buat kebijakan pro rakyat.

“Kebijakan yang dikeluarkan juga harus bisa dilaksanakan da­lam jangka menengah panjang. Ini untuk memitigasi persoalan global yang masih tidak bisa kita ketahui kapan berakhirnya,” pungkasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.