Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus berupaya meningkatkan neraca ekspor melalui berbagai komoditas perdagangan. Salah satu yang potensial di tengah lesunya iklim perdagangan internasional adalah komoditas hasil-hasil pertanian. Beberapa tahun terakhir melalui Kementerian Pertanian (Kementan) RI, pemerintah terus menggenjot kinerja ekspor ke berbagai negara di dunia di antaranya produk hortikultura.
Jumat (2/8) pagi, Kementerian Pertanian (Kementan) melepas sebanyak 252 ton dari total komitmen 2.760 ton bawang merah ke Thailand dan Singapura dari Gudang Marunda Tarumajaya Bekasi, Jawa Barat. Bawang merah yang diekspor PT Karya Tani Semesta, adalah varietas super philips yang dihasilkan petani di Kabupaten Bima dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Selama ini jenis bawang merah tersebut banyak diminati pasar luar negeri.
“Pesan dari Pak Mentan, dorong ekspor, dorong ekspor! Kita lihat di sini truk container berjajar panjang sekali. Ini semua akan kita ekspor, “ ujar Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, saat melepas ekspor.
Baca juga : Jaga Aset Negara, Indonesia Power Teken MOU Bareng Kejaksaan Tinggi
Nilai ekspor bawang merah ke Thailand kali ini sebesar 5,8 juta dolar AS. Sedangkan sepanjang 2017 hingga 2018, volume ekspor bawang merah Indonesia mencapai 12 ribu ton. Melonjak drastis dari tahun sebelumnya. Dalam catatan Ditjend Hortikultura, nilai ekspor bawang merah 2016 senilai 57,9 ribu dolar, dan 2017 sebesar 4,7 juta dolar AS. Sedangkan di 2018 hampir 3,9 juta dolar AS.
Sampai dengan akhir tahun ini, khusus untuk pasar Singapura dan Thailand Kementan menargetkan ekspor bawa merah hingga 4 ribu ton. Selain itu jiga mengupayakan agar ekspor bisa menembus pasar Malaysia dan Vietnam. “Kementan memberi karpet merah bagi pelaku usaha yang mendorong ekspor, terutama komoditas hortikultura,” tegas Prihasto.
Ia mencontohkan sistem Online Single Submission, membuat perijinan ekspor sebelumnya perlu waktu berhari-hari, sekarang hanya 3 jam sudah selesai. Ini semua, lanjutnya, untuk mendukung peningkatan ekspor komoditas pertanian.
Baca juga : Ekspor Tanaman Hias Indonesia Tembus Jepang, Rusia, hingga Kuwait
Harga Untungkan Petani
Direktur PT Karya Tani Semesta, Pitriansyah Kosim, menyatakan bahwa harga jual ke kedua negara tersebut (Singapura dan Thailand) menarik dan menguntungkan. “Harga jual di Singapura 2,55 dolar Singapura per kilogram atau sekitar Rp 26.200. Sementara harga jual ke Thailand 1,6 dolar AS per kilogram atau sekitar Rp 22.600. Tentu ini harga yang menarik dan menguntungkan buat petani,” kata pria yang akrab dipanggil Pieter ini.
Pieter berharap pemerintah terus mendampingi dan mengawal petani maupun eksportir dalam meningkatkan mutu bawang merah. Terlebih saat menghadapi tuntutan pasar dunia. Contohnya, Thailand yang kini mulai memperketat standard mutu pemasukan bawang merah ke negara tersebut.
Baca juga : Indonesia-AS Terus Promosikan Nilai-nilai Demokrasi dan Pluralisme
Berdasarkan data BPS, ekspor bawang merah Indonesia ke sejumlah negara pada 2018 mencapai 6.268 ton. Ekspor bawang merah ke Thailand sepanjang 2018 mencapai 3.284 ton, naik 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara ekspor bawang merah ke Singapura pada 2018 mencapai 911,6 ton, naik 18,1 persen dibanding 2017. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya