Dark/Light Mode

Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Industri Hijau "Kinerja Terbaik 2022" Dari Kemenperin

Senin, 28 November 2022 11:26 WIB
Direktiut Utama Pupuk Kaltim saat menerkma Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perinsuatrian, Jumat (25/11). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)
Direktiut Utama Pupuk Kaltim saat menerkma Penghargaan Industri Hijau dari Kementerian Perinsuatrian, Jumat (25/11). (Foto: Dok. Pupuk Kaltim)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali meraih penghargaan Industri Hijau Kinerja Terbaik, dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) atas komitmen penerapan prinsip industri hijau dalam proses produksi dan aktivitas bisnis Perusahaan.

Penghargaan diterima Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, dari Staf Ahli Menteri bidang Iklim Usaha dan Investasi Kemenperin Andi Rizaldi, di Jakarta, Jumat (25/11).

Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan, pihaknya berkomitmen mengimplementasikan industri hijau secara berkesinambungan dengan mengedepankan prinsip Environtment, Social dan Governance (ESG).

Baca juga : 5 Kali Berturut-turut, Sido Muncul Raih Penghargaan Industri Hijau Dari Kemenperin

Hal ini mencakup efisiensi energi, efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong hingga efisiensi pemakaian air.

Rahmad menambahlan, perseroan juga menerapkan inovasi teknologi yang mengacu pada 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Recovery) pada proses produksi, dibarengi penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di unit penunjang, serta pemenuhan baku mutu lingkungan pada limbah cair maupun emisi.

Tak hanya di lingkungan Perusahaan, implementasi industri hijau juga dilakukan dengan memberikan nilai tambah dan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga : Terapkan Industri Hijau, 2 Unit Usaha APP Sinar Mas Sabet Penghargaan Tertinggi Kemenperin

Salah satunya, kata dia, solar cell dan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel, untuk dimanfaatkan masyarakat nelayan di perkampungan atas air Kota Bontang, Kaltim.

"Melalui penggunaan EBT, ini sangat membantu masyarakat dalam penyediaan alternatif sumber energi, yang selama ini memiliki keterbatasan akses dan jarak yang terbilang jauh dari daratan," ujarnya, melalui siaran pers, Senin (28/11).

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, pihaknya juga mengembangkan beragam inovasi terkait implementasi industri hijau. Di antaranya, penambahan LP Amonia Absorber di Unit Pabrik-4, yang berdampak pada efisiensi energi dan penurunan emisi GRK.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.