Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pupuk Kaltim Raih Penghargaan Industri Hijau "Kinerja Terbaik 2022" Dari Kemenperin
Senin, 28 November 2022 11:26 WIB
Sebelumnya
Di samping, penghematan gas alam dalam memproduksi amoniak. Bahkan, perseroan juga melakukan reaktivasi pabrik urea Proyek Optimasi Kaltim (POPKA-2) yang berpotensi mengurangi emisi CO2 (karbondioksida) sebesar 398 ribu ton per tahun.
Sementara untuk efisiensi air, Pupuk Kaltim memiliki inovasi Raw Condensate (RC) dalam siklus regenerasi unit Mixbed Polisher untuk menurunkan losses air, melalui penerapan prinsip 4R.
Menurut Rahmad, inovasi ini mampu meningkatkan hasil produksi dengan penggunaan energi, air dan material lainnya yang tetap efisien. Pihaknya juga berkomitmen tinggi terhadap pengurangan dan pemanfaatan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3), serta limbah padat Non B3 yang tidak hanya terbatas di lingkungan dan area pabrik.
"Dari inovasi tersebut, nilai efisiensi mampu tercapai secara maksimal seperti efektivitas proses produksi, peningkatan performa perangkat pabrik, hingga jasa pelayanan dan perbaikan dengan penghematan mencapai miliaran rupiah," ujarnya.
Baca juga : 5 Kali Berturut-turut, Sido Muncul Raih Penghargaan Industri Hijau Dari Kemenperin
Ia memastikan, perseroan secara proaktif turut mendorong dekarbonisasi guna mencapai Net Zero Emmision (NZE) di tahun 2060, dengan target pengurangan emisi karbon sebesar 32 persen di tahun 2030.
Di antaranya, melalui penerapan ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan bahan baku dari bahan atau gas buangan produksi yang masih bisa digunakan. Sehingga, dengan pemanfaatan gas buang dapat mengurangi jejak karbon dari proses produksi.
"Ke depan, kami akan fokus menghadirkan strategi dan terobosan terbaik guna menjadi pionir dalam transformasi industri petrokimia yang lebih hijau. Sehingga, dapat meningkatkan efisiensi energi secara menyeluruh di lingkungan perusahaan," ujar Rahmad.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri bidang Iklim Usaha dan Investasi Kemenperin Andi Rizaldi menilai, penerapan industri hijau secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perekonomian nasional.
"Salah satu dampaknya, yakni adanya penurunan biaya produksi dan peningkatan produksi per satuan waktu yang akhirnya akan membuat harga lebih mampu bersaing di pasar," katanya.
Menurut Andi, kemampuan produk untuk bersaing akan meningkatkan total penjualan dan peluang green job. Sehingga, mampu berkontribusi pada pendapatan negara melalui peningkatan pajak dan devisa.
Sejauh ini, beberapa industri membuktikan upaya hijau telah memberikan manfaat dan keuntungan. Termasuk, investasi dalam bentuk pengadaan dan perekayasaan teknologi mampu meningkatkan efisiensi proses produksi
"Perusahaan juga bisa menjaga peluang daya saing ke depannya, serta menciptakan kondisi yang aman bagi karyawan," ujar Andi.
Baca juga : Kemenperin: Penerapan Industri Hijau Kerek Daya Saing Industri
Kemenperin mendorong, agar perusahaan yang telah menerapkan industri hijau dapat memperoleh preferensi bunga pinjaman dan keringanan pajak. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Pemerintah, sekaligus stimulan bagi industri untuk terus berkomitmen menerapkan industri hijau.
"Hal ini memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan. Sehingga, target percepatan dan enguatan industri hijau semakin tercapai," pungkas Andi.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya